Bicaraindonesia.id, Jakarta – Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno memastikan layanan perpajakan tetap berjalan setelah kebakaran melanda Gedung Dinas Teknis Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat pada Jumat (7/8/2026) malam.
Hal itu disampaikan Wagub Rano saat meninjau langsung lokasi kebakaran pada Minggu (9/8/2026). Ia memastikan sistem pencadangan digital membuat data perpajakan DKI Jakarta tetap aman dan layanan kepada masyarakat dapat berjalan.
“Layanan perpajakan tetap berjalan karena data perpajakan DKI Jakarta telah memiliki sistem pencadangan digital. Untuk memastikan kondisi gedung tetap aman, dua unit mobil pemadam dengan 10 personel tetap disiagakan di lokasi,” ujar Wagub Rano dalam keterangannya dikutip pada Senin (10/8/2026).
Sekitar 1.000 aparatur sipil negara (ASN) dari Bapenda, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Dinas Perhubungan, Badan Pengelolaan Aset Daerah, dan Bank Jakarta untuk sementara bekerja secara bergantian melalui skema bekerja dari rumah maupun dari kantor pemerintahan lain.
Selain layanan perpajakan, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan langkah pemulihan terhadap layanan pengendalian lalu lintas. Ruang pengendalian Dishub di lantai 16 turut terdampak kebakaran sehingga dashboard CCTV dan Command Center akan dipindahkan ke Pusat Data dan Informasi di kawasan MT Haryono.
Selama proses pemulihan, pengaturan lalu lintas dilakukan secara manual dengan menempatkan petugas di sejumlah simpang prioritas yang berpotensi mengalami kepadatan.
“Dishub DKI Jakarta akan mengerahkan petugas ke sejumlah simpang prioritas yang berpotensi mengalami kepadatan. Keselamatan penghuni gedung menjadi prioritas utama. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut,” kata Wagub Rano.
Satu orang yang sempat berada di lantai 15 berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan dibawa ke Rumah Sakit Tarakan, Jakarta Pusat, untuk mendapatkan penanganan medis.
Rano mengatakan penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Berdasarkan informasi awal dari pengelola gedung, titik api diduga berasal dari lantai 11 dan kemudian berdampak hingga lantai 16.
“Penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan dan berdasarkan informasi awal dari pengelola gedung, titik api diduga berasal dari lantai 11 dan kemudian berdampak hingga lantai 16. Garis polisi telah dipasang di lokasi, serta proses penyelidikan selanjutnya dilakukan oleh Polda Metro Jaya untuk memastikan penyebab kebakaran,” pungkasnya. (*/Pr/C1)

Tinggalkan Balasan