Bicaraindonesia.id, Kupang – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, memastikan percepatan sertipikasi tanah rumah ibadah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah ini dilakukan untuk memberikan kepastian hukum sekaligus mencegah potensi sengketa pertanahan di masa mendatang.
Hal tersebut disampaikan Menteri Nusron saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Program Kebijakan Pertanahan dan Tata Ruang Provinsi NTT di Kantor Gubernur NTT, Kupang, Selasa (4/8/2026).
Dalam kesempatan itu, ia mengimbau seluruh kepala daerah agar mempercepat sertipikasi tanah rumah ibadah maupun fasilitas pendidikan.
“Kami minta tolong Bapak/Ibu Bupati jangan sampai ada tempat ibadah atau tempat pendidikan yang belum bersertipikat. Jangan sampai rumah ibadahnya sudah jadi, kemudian diungkit-ungkit ahli waris. Karena itu, harus segera disertipikatkan supaya tidak menjadi masalah ke depan,” ujar Menteri Nusron dalam keterangannya dikutip Bicaraindonesia.id pada Jumat (7/8/2026)
Menurutnya, sebagai negara dengan masyarakat yang majemuk dalam kehidupan beragama, kepastian hukum atas tanah rumah ibadah merupakan hal yang sangat penting.
“Di NTT, total rumah ibadah baru 42% yang telah bersetipikat. Kita ini umat beragama. Rumah kita saja kita sertipikatkan, masa rumah Tuhan tidak kita sertipikatkan,” tutur Menteri Nusron.
Berdasarkan data Kementerian ATR/BPN, dari total 7.018 bidang tanah rumah ibadah di Provinsi NTT, sebanyak 3.003 bidang telah bersertipikat.
Marena itu, Menteri Nusron mengajak seluruh kepala daerah di NTT untuk memperkuat sinergi dengan jajaran Kementerian ATR/BPN guna mempercepat sertipikasi tanah rumah ibadah tanpa membedakan latar belakang agama.
“Saya tidak peduli agamanya apa, yang penting di mana pun rumah ibadahnya, baik gereja, masjid, pura, ayo kita percepat pelayanannya. Gratis untuk tempat ibadah,” ucap Menteri Nusron.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan Kementerian ATR/BPN dapat mempercepat penyelesaian sertipikasi tanah rumah ibadah di NTT dalam beberapa bulan ke depan.
“Saya berharap, ini nantinya bisa menjadi kado Natal bagi masyarakat NTT,” pungkasnya. (*/Sp/A1)

Tinggalkan Balasan