Bicaraindonesia.id, Surabaya Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus memperkuat komitmennya menjadi kampus yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027 yang menghadirkan Tri Rismaharini sebagai pemateri utama di Gedung Olah Raga (GOR) Pertamina ITS, Senin (3/8/2026).

Mantan Menteri Sosial RI periode 2020-2024 itu menjadi salah satu pembicara dalam ITS Camp yang mengusung tema “Kehidupan Berbangsa, Bernegara, Jati Diri Bangsa, dan Pembinaan Kesadaran Bela Negara”.

Berbekal pengalamannya memimpin Kota Surabaya, Risma mengajak mahasiswa baru ITS menjadi generasi yang tangguh dan mampu menghadapi berbagai persoalan bangsa.

“Saya ingin menegaskan pentingnya mental pejuang, integritas, dan kolaborasi untuk menghadapi tantangan global,” ujar Risma dikutip Bicaraindonesia.id pada Rabu (5/8/2026).

Mantan Wali Kota Surabaya periode 2010-2020 itu menegaskan perjuangan dapat dimulai dengan memanfaatkan kesempatan belajar secara bertanggung jawab. Menurutnya, kesempatan menempuh pendidikan di ITS merupakan amanah yang harus diwujudkan melalui karya serta pengabdian yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Baca Juga:  Soekarno Cup 2026 Dimulai, 16 Provinsi Berebut Gelar di Jatim

“Kesempatan ini harus dibalas dengan kerja keras dan karya nyata, seperti yang selama ini telah ITS berikan melalui inovasi dosen dan mahasiswanya,” tutur alumnus Arsitektur ITS tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Risma juga membagikan pengalamannya membangun Kota Surabaya melalui berbagai inovasi. Ia menyampaikan setiap perubahan yang berhasil diwujudkan lahir dari kerja keras, keberanian mengambil risiko, serta semangat pantang menyerah.

Peraih gelar Doctor Honoris Causa (HC) dari ITS itu menilai keterlibatan para ahli dan inovator ITS menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan berbagai program pembangunan.

“Sebab, negara ini harus percaya pada kemampuan sumber dayanya, dan tidak bergantung pada pihak lain,” tegas Risma.

Rektor ITS Dorong Mahasiswa Jadi Lulusan Berdampak

Pesan Risma sejalan dengan arahan Rektor ITS Bambang Pramujati saat membuka PKKMB Tahun Akademik 2026/2027. Ia menyampaikan fase awal perkuliahan menjadi momentum ITS membentuk generasi unggul yang siap berkarya untuk Indonesia.

Guru Besar Departemen Teknik Mesin ITS itu menjelaskan bahwa ITS tidak hanya mencetak lulusan yang unggul di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Kampus juga terus menanamkan nilai integritas, kepedulian sosial, dan keberanian menghadirkan solusi bagi masyarakat.

Baca Juga:  Soekarno Cup 2026 Jadi Panggung 400 Talenta Muda dari 16 Provinsi

“ITS mencetak lulusan yang cerdas sekaligus peduli terhadap persoalan bangsa, selaras dengan visi institusi sebagai kampus yang berdampak,” ujar Bambang.

Menurut Bambang, tantangan masa depan menuntut lulusan yang adaptif dan memiliki daya saing global. Selain penguasaan kemampuan teknis, mahasiswa juga perlu memiliki empati, kreativitas, serta keberanian dalam mengambil keputusan.

Melalui rangkaian ITS Camp, mahasiswa baru diperkenalkan dengan budaya akademik, nilai-nilai institusi, serta kehidupan kampus. Mereka juga didorong membangun jejaring, aktif berorganisasi, dan mengembangkan potensi di berbagai bidang sebagai bekal menghadapi dunia profesional maupun kehidupan bermasyarakat.

“Jadikan masa kuliah sebagai waktu terbaik untuk bertumbuh dan mengabdi kepada bangsa,” pungkas Bambang.

7.060 Mahasiswa Baru Ikuti ITS Camp 2026

Sebanyak 7.060 mahasiswa baru ITS Tahun Akademik 2026/2027 mengikuti rangkaian ITS Camp yang digelar secara paralel di tiga lokasi berbeda di lingkungan kampus pada 3-5 Agustus 2026.

Baca Juga:  2.500 Paket Sekolah Disalurkan untuk Anak Papua

Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi tiga gelombang untuk memastikan seluruh peserta memperoleh pengalaman pembelajaran yang optimal. Setiap gelombang mengikuti sesi materi di GOR Pertamina ITS, kegiatan luar ruangan di kawasan kampus, wawasan spiritual di Masjid Manarul Ilmi ITS, serta pembelajaran mandiri melalui Massive Open Online Course (MOOC).

Gelombang pertama diikuti 2.225 mahasiswa yang berasal dari Fakultas Teknik Sipil, Perencanaan, dan Kebumian (895 mahasiswa), Fakultas Sains dan Analitika Data (1.160 mahasiswa), serta Fakultas Kedokteran dan Kesehatan (170 mahasiswa).

Gelombang kedua yang berlangsung Selasa (4/8) diikuti 2.405 mahasiswa dari Fakultas Vokasi (1.020 mahasiswa), Fakultas Teknologi Kelautan (625 mahasiswa), dan Fakultas Desain Kreatif dan Bisnis Digital (760 mahasiswa).

Sementara itu, gelombang ketiga pada Rabu (5/8) diikuti 2.430 mahasiswa yang terdiri atas 1.130 mahasiswa Fakultas Teknologi Industri dan Rekayasa Sistem (FTIRS) serta 1.300 mahasiswa Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTE-IC). (*/Hms/B1)