Bicaraindonesia.id, Jakarta – PT PLN (Persero) mencatatkan kinerja positif sepanjang Semester I 2026 di tengah dinamika geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global. Perseroan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp327,15 triliun atau tumbuh 16,05 persen dibandingkan Semester I 2025 yang sebesar Rp281,89 triliun.
Kenaikan pendapatan tersebut turut mengantarkan PLN membukukan laba usaha sebesar Rp26,17 triliun pada Semester I 2026.
Peningkatan kinerja keuangan tersebut ditopang oleh pertumbuhan kebutuhan listrik nasional yang tercermin dari kenaikan penjualan tenaga listrik di seluruh segmen pelanggan.
Sepanjang Semester I 2026, PLN mencatat penjualan tenaga listrik sebesar 162,26 terawatt hour (TWh), meningkat 4,26 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan capaian tersebut tidak terlepas dari berbagai langkah Pemerintah Republik Indonesia dalam menjaga stabilitas dan ketahanan perekonomian nasional di tengah dinamika geopolitik serta ketidakpastian ekonomi global. Berbagai kebijakan tersebut dinilai mampu menjaga produktivitas dunia usaha dan masyarakat sehingga kebutuhan listrik terus meningkat.
“Kami mengapresiasi berbagai langkah Pemerintah dalam menjaga stabilitas dan ketahanan perekonomian nasional di tengah ketidakpastian global. Berbagai langkah tersebut mendukung dunia usaha dan masyarakat untuk tetap produktif, sehingga kebutuhan listrik di berbagai sektor tetap tumbuh. PLN akan terus memperkuat keandalan pasokan listrik guna memenuhi kebutuhan masyarakat dan dunia usaha, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Darmawan dalam siaran persnya di Jakarta dikutip pada Rabu (5/8/2026).
Berdasarkan segmen pelanggan, penjualan listrik sektor rumah tangga mencapai 69,01 TWh hingga Juni 2026 atau tumbuh 1,92 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 67,72 TWh.
Sementara itu, segmen bisnis mencatat penjualan sebesar 32,03 TWh atau meningkat 6,97 persen dibandingkan Semester I 2025 sebesar 29,94 TWh. Adapun segmen industri membukukan penjualan sebesar 47,16 TWh atau naik 3,14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 45,73 TWh.
Seiring meningkatnya kebutuhan listrik, PLN juga terus memperluas akses layanan kelistrikan. Hingga Semester I 2026, jumlah pelanggan PLN mencapai 97,98 juta pelanggan atau bertambah 3,58 juta pelanggan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Selain itu, daya tersambung PLN pada Semester I 2026 tercatat sebesar 198.769 megavolt ampere (MVA), meningkat 6.148 MVA dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Di sisi lain, PLN menyebut dinamika nilai tukar di pasar global turut memengaruhi pencatatan keuangan perseroan melalui selisih kurs mata uang asing yang membebani perusahaan sebesar Rp18,50 triliun.
Darmawan menuturkan, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh insan PLN yang terus menjaga keandalan pasokan listrik di seluruh Indonesia.
“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh insan PLN atas komitmen, profesionalisme, dan semangat pengabdian dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan,” ujar Darmawan.
Ia menambahkan, kinerja positif tersebut menjadi modal penting bagi PLN untuk melanjutkan transformasi perusahaan dalam menghadapi tantangan sektor ketenagalistrikan yang semakin kompleks.
“Ke depan, tantangan sektor ketenagalistrikan akan semakin kompleks. Selain menghadapi dinamika geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global, PLN juga harus terus beradaptasi terhadap berbagai dampak perubahan iklim yang dapat memengaruhi penyelenggaraan sistem ketenagalistrikan, termasuk meningkatnya risiko gangguan akibat cuaca ekstrem,” kata dia.
“Karena itu, PLN akan terus memperkuat transformasi, meningkatkan ketangguhan sistem kelistrikan, memperkuat kapabilitas organisasi, serta menjaga keandalan pasokan listrik guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” tutup Darmawan. (*/Pr/C1)

Tinggalkan Balasan