Bicaraindonesia.id, Pulang Pisau – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, mengingatkan pentingnya percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Penanganan diminta dilakukan secara cepat, terpadu, dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat dan petugas di lapangan.
Arahan tersebut disampaikan Menko Polkam saat meninjau Posko Lapangan Siaga Darurat Karhutla Kabupaten Pulang Pisau, Jumat (31/7/2026).
Dalam peninjauan itu, Djamari menegaskan kebakaran harus segera dipadamkan sebelum meluas. Menurutnya, semakin besar luasan api, semakin sulit proses pemadaman dilakukan meski telah didukung berbagai sumber daya.
“Saya yakin bahwa kita semua ingin menyelesaikan masalah karhutla ini. Pantau terus, jangan sampai ada titik api lagi. Kita lebih baik menyelesaikannya saat titik api masih kecil,” tegas Menko Djamari dikutip dari siaran tertulisnya pada Minggu (2/8/2026).
Ia juga meminta seluruh unsur yang terlibat memperkuat koordinasi di lapangan dan memanfaatkan seluruh sarana serta prasarana yang telah tersedia, mulai dari sumber air, peralatan pemadaman, pipa penyalur air, hingga tempat penampungan air sementara.
Pemerintah pusat, kata dia, akan terus memberikan dukungan penuh terhadap kebutuhan operasi penanganan karhutla.
“Kalau ada kesulitan di lapangan, sampaikan kepada Kepala BNPB. Apa pun kegiatannya, ini adalah upaya untuk menyelamatkan manusia. Dampak karhutla sangat besar karena dapat mengancam keselamatan dan kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Selain fokus pada pemadaman, Menko Polkam mengingatkan agar keselamatan personel menjadi prioritas selama operasi berlangsung.
Ia meminta setiap penugasan diawali dengan briefing yang memperhatikan aspek keamanan dan pengorganisasian personel agar tidak menimbulkan risiko bagi petugas.
“Perhatikan keamanan para petugas. Jangan sampai karena terlalu bersemangat, mereka lupa memperhatikan keselamatan diri hingga tidak bisa keluar dari lokasi. Jangan sampai kita mengabaikan keselamatan kita sendiri,” ujar Menko Djamari.
Sementara itu, Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, mengatakan pemerintah pusat terus memperkuat dukungan penanganan karhutla melalui operasi modifikasi cuaca (OMC), penambahan armada pesawat apabila diperlukan, serta pemenuhan kebutuhan logistik dan peralatan pemadaman.
Saat ini, dua pesawat OMC telah diterbangkan. Pemerintah juga siap menambah armada guna meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah terdampak.
“Kami akan terus menambah dukungan apabila diperlukan. Mudah-mudah hujan segera turun sehingga proses pemadaman dapat berlangsung lebih efektif,” kata Suharyanto.
Ia juga meminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau, serta seluruh unsur terkait segera mengerahkan mobil tangki air yang tersedia untuk memperkuat operasi pemadaman sambil menunggu bantuan tambahan dari pemerintah pusat.
Selain itu, Kepala BNPB menginstruksikan evaluasi terhadap kekuatan Satgas Darat, baik dari sisi jumlah personel maupun kelengkapan peralatan, seperti pompa air, selang, dan sarana pendukung lainnya, agar penanganan di lapangan dapat dilakukan secara optimal. (*/Sp/A1)

Tinggalkan Balasan