Bicaraindonesia.id, Tuban Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terus berupaya menjaga keterjangkauan harga bahan pokok (bapok) bagi masyarakat. Salah satunya dengan menggelar pasar murah di Lapangan Cemara, Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Rabu (29/7/2026).

Pasar murah tersebut digelar sebagai upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur menjaga stabilitas harga bahan pokok, mengendalikan inflasi, sekaligus memperkuat daya beli masyarakat melalui penyediaan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

“Pasar murah hadir untuk memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih ringan. Selain membantu menjaga daya beli, kegiatan ini juga menjadi salah satu langkah konkret dalam pengendalian inflasi melalui stabilisasi pasokan dan harga pangan,” kata Gubernur Khofifah dalam keterangan tertulisnya dikutip pada Jumat (31/7/2026).

Baca Juga:  Polisi Bongkar Produksi Tembakau Sintetis di Kamar Kos

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah harga pasar. Komoditas yang disediakan antara lain beras premium Rp14.000 per kilogram, beras medium Rp11.000 per kilogram, minyak goreng Rp13.000 per liter, dan telur ayam ras Rp20.000 per pak.

Selain itu, ada pula tepung terigu Rp10.000 per kilogram, gula pasir Rp14.000 per kilogram, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp6.000 per 250 gram, paket cabai Rp5.000 per 200 gram, serta daging ayam ras Rp32.000 per pack.

Baca Juga:  Soekarno Cup 2026 Jadi Panggung 400 Talenta Muda dari 16 Provinsi

“Pasar murah merupakan salah satu instrumen strategis untuk menjaga keterjangkauan harga bahan pokok,” tutur Khofifah.

Khofifah mengatakan, pelaksanaan pasar murah melibatkan sinergi antara pemerintah daerah, BUMD, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menjaga kelancaran distribusi pangan, mempertahankan stabilitas harga, serta memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi.

“Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus memperluas pelaksanaan pasar murah di berbagai daerah sesuai kebutuhan masyarakat. Harapannya, stabilitas harga tetap terjaga, inflasi terkendali, dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat,” jelasnya.

Baca Juga:  Bikin Warga Lega! Pasar Murah Surabaya Digelar di 31 Kecamatan

Selain membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau, pasar murah juga menjadi wadah pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Melalui kegiatan ini, pemerintah mendorong pergerakan ekonomi kerakyatan sekaligus memperluas akses pasar bagi produk lokal.

“Menggerakkan ekonomi kerakyatan, memperluas akses pasar bagi produk lokal, serta memastikan manfaat kegiatan ini dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat,” pungkasnya. (*/Pr/C1)