Bicaraindonesia.id, Sampang – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa optimistis Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) di Kabupaten Sampang akan menjadi solusi untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan gratis yang berkualitas bagi masyarakat kurang mampu.

Optimisme itu disampaikan Gubernur Khofifah saat meninjau progres pembangunan SRT di Jalan Batokarang, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Selasa (21/7/2026).

Menurut Khofifah, SRT dipersiapkan khusus untuk memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kategori desil 1 dan desil 2 agar memiliki kesempatan yang sama dalam meraih masa depan yang lebih baik.

“SRT merupakan penyiapan pendidikan bagi masyarakat kurang mampu desil 1 dan 2. Hal ini menjadi solusi ampuh dan efektif untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan. Mudah-mudahan menjadi sumber bahagia keluarga, masyarakat bangsa dan negara sehingga cita-cita yang mereka susun tercapai semuanya,” ujar Khofifah dalam keterangan tertulis dikutip pada Kamis (23/7/2026).

Baca Juga:  Polisi Bongkar Produksi Tembakau Sintetis di Kamar Kos

SRT Sampang mengintegrasikan jenjang pendidikan SD, SMP, hingga SMA dalam satu kawasan. Seluruh siswa akan memperoleh layanan pendidikan secara gratis dengan dukungan fasilitas modern.

Fasilitas tersebut meliputi asrama, ruang kelas digital, laboratorium terpadu, gedung serbaguna, masjid, lapangan sepak bola, lapangan basket, lapangan voli, hingga jogging track berlapis rubber.

“Kategori SRT mulai SD, SMP dan SMA ternyata area terluas se-Indonesia, total 12 hektar. Jadi Kabupaten Sampang luar biasa, bisa menyiapkan area terluas se-Indonesia untuk sekolah rakyat terpadu,” ungkapnya.

Ia juga meninjau langsung sejumlah fasilitas yang telah dibangun. “Kita tadi juga sudah mencoba rubber untuk jogging track kemudian ada asrama, ruang belajar, masjid dan tempat olahraga yang juga luar biasa seperti lapangan sepak bola, bola basket dan bola voli,” imbuhnya.

Baca Juga:  HUT ke-81 RI, Naik Transportasi Publik Surabaya Cuma Rp81

Selain pendidikan akademik, Khofifah menekankan pentingnya pembentukan karakter dan penguatan spiritual. Pemprov Jatim melalui Dinas Sosial akan menyiapkan guru mengaji agar siswa juga mendapatkan pendidikan keagamaan.

“Selain belajar dan berolahraga, anak-anak juga perlu memperoleh penguatan karakter melalui kegiatan keagamaan. Karena itu saya berharap dapat dibangun sinergi sehingga mereka juga memiliki kesempatan menghafal Al-Qur’an maupun mengikuti berbagai kegiatan positif lainnya,” katanya.

Khofifah mengatakan pembangunan SRT merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi keluarga prasejahtera sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Baca Juga:  Soekarno Cup 2026 Dimulai, 16 Provinsi Berebut Gelar di Jatim

Saat ini, Jawa Timur merencanakan pembangunan 18 Sekolah Rakyat Terintegrasi permanen. Sementara SRT rintisan telah lebih dulu beroperasi di Ponorogo dan Banyuwangi.

“Semula yang rintisan itu hanya SMP dan SMA saja. SRT dirintisan, baru ada di Ponorogo dan Banyuwangi. Tapi SR yang permanen rencananya 18 SRT dan mudah-mudahan bisa menjadi bagian dari penguatan kualitas SDM di Indonesia khususnya kategori Desil 1 dan Desil 2,” jelasnya.

Khofifah memastikan progres pembangunan SRT Sampang hampir rampung. Ia berharap sekolah tersebut segera dapat dimanfaatkan untuk memberikan akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Semua sudah terukur dan kerjanya tiga shif. Empat hari lagi insyaAllah sudah 100 persen,” tuturnya. (*/Pr/C1)