Bicaraindonesia.id, Malang Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah akan terus melakukan efisiensi anggaran untuk mempercepat penghapusan kelaparan, kemiskinan, dan kemiskinan ekstrem di Indonesia. Bahkan, bila diperlukan, anggaran pertahanan dan kepolisian dapat dikurangi agar kebutuhan dasar masyarakat dapat dipenuhi.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memberikan pidato usai memimpin panen raya serentak di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).

“Kita harus hilangkan kelaparan. Kita harus hilangkan kemiskinan. Kemiskinan, apalagi kemiskinan ekstrem harus kita hilangkan. Insyaallah kita akan hilangkan. Kita akan hemat anggaran kita. Kita akan bikin efisien. Bila perlu, anggaran pertahanan kita kurangi, anggaran polisi kita kurangi, untuk menghilangkan kemiskinan,” tegas Presiden Prabowo dikutip Bicaraindonesia.id, pada Sabtu (18/7/2026).

Baca Juga:  Soekarno Cup 2026 Jadi Panggung 400 Talenta Muda dari 16 Provinsi

Prabowo menjelaskan, kebijakan efisiensi anggaran merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam mempersiapkan Indonesia menuju negara maju.

Menurutnya, Indonesia diproyeksikan menjadi salah satu negara terbesar di dunia pada periode 2045-2050 sehingga pembangunan sumber daya manusia harus dimulai sejak sekarang.

Presiden menekankan generasi muda saat ini akan menjadi penentu masa depan bangsa dalam 25 tahun mendatang. Karena itu, pemerintah harus memastikan mereka memperoleh perhatian dan pembinaan yang memadai.

“Jadi anak-anak yang sekarang umur 10 tahun, yang di SD, dia nanti 25 tahun lagi dia 35 tahun, dia intinya bangsa Indonesia. Jadi kalau kita sekarang tidak urus anak-anak itu, dia bagaimana akan menjadi negara keempat terbesar di dunia?” ujar Presiden.

Baca Juga:  HUT ke-81 RI, Naik Transportasi Publik Surabaya Cuma Rp81

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menegaskan bahwa kekuatan sebuah negara tidak hanya diukur dari aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga dari tingkat kesejahteraan rakyatnya. Menurutnya, masyarakat yang sehat, kuat, dan sejahtera merupakan fondasi utama pertahanan nasional.

“Pertahanan terbaik adalah rakyat yang kuat dan sejahtera. Kalau ada yang macam-macam sama bangsa Indonesia, seluruh rakyat, seluruh rakyat akan membela bangsa ini. Makanya dari sekarang TNI dan Polri di tengah-tengah rakyat, di tengah-tengah petani dan nelayan,” kata Presiden.

Prabowo turut mengapresiasi peran TNI dan Polri yang dinilai aktif membantu masyarakat melalui berbagai program, mulai dari pembangunan jembatan hingga penyediaan titik air bersih.

Baca Juga:  Bikin Warga Lega! Pasar Murah Surabaya Digelar di 31 Kecamatan

Ia menegaskan seluruh unsur negara harus hadir untuk mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi rakyat.

“Hari ini saya bangga, hari ini saya bahagia. Saya sungguh bahagia dan saya sungguh merasa terharu. TNI bangun berapa ribu jembatan, Polri juga, berapa ribu titik air. Kita atasi, kesulitan rakyat kita atasi,” ungkap Presiden.

Menutup pidatonya, Prabowo kembali menegaskan bahwa TNI dan Polri merupakan milik rakyat sehingga seluruh pengabdian kedua institusi tersebut harus diarahkan untuk membantu masyarakat.

“Ini Indonesia, TNI, Polri milik rakyat, kesulitan rakyat harus kita atasi. TNI, Polri harus mengatasi kesulitan rakyat,” pungkas Presiden. (*/BPMI/A1)