Bicaraindonesia.id, Tangerang – Polri memperkuat upaya pencegahan judi online di kalangan generasi muda melalui program Polri Goes to Campus yang digelar di Universitas Pelita Harapan (UPH), Tangerang, Kamis (16/7/2026).

Kegiatan bertajuk Kampus Sehat, Mahasiswa Hebat: Cegah Judi Online Bersama Polri, Komdigi dan Akademisi ini menjadi bagian dari penguatan literasi digital bagi mahasiswa.

Dalam kegiatan tersebut, Polri menghadirkan narasumber dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Bareskrim Polri, serta akademisi. Para peserta mendapatkan pemahaman mengenai bahaya judi online, pinjaman online ilegal, keamanan digital, hingga kesehatan mental.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan generasi muda merupakan kelompok yang paling aktif menggunakan internet, namun sekaligus paling rentan menjadi sasaran kejahatan digital.

Baca Juga:  Resmi Pimpin Polda Jatim, Irjen Pol Dekananto Ungkap Prioritas Utamanya

“Polri tidak hanya berkomitmen melakukan penegakan hukum terhadap bandar judi online dan jaringan pinjaman online ilegal, tetapi juga mengedepankan langkah pencegahan melalui edukasi,” ujar Trunoyudo dalam keterangan tertulisnya dikutip pada Kamis (16/7/2026).

“Kami ingin mahasiswa memiliki literasi digital dan literasi keuangan yang kuat agar tidak menjadi korban maupun pelaku kejahatan digital,” imbuhnya.

Trunoyudo menjelaskan, melalui program Polri Goes to Campus, Polri bersama Komdigi dan kalangan akademisi membangun ruang dialog terbuka untuk memberikan edukasi komprehensif mengenai bahaya judi online, modus pinjaman online ilegal, serta pentingnya membangun budaya digital yang sehat.

Baca Juga:  Presiden Beri Taklimat kepada 800 Perwira Tinggi TNI-Polri

“Melalui kolaborasi ini kami berharap lahir generasi muda yang mampu menjadi pelopor literasi digital di lingkungan kampus maupun masyarakat sehingga cita-cita mewujudkan Indonesia Emas 2045 dapat diwujudkan dengan sumber daya manusia yang unggul dan bebas dari pengaruh judi online maupun pinjaman online ilegal,” tuturnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Pelita Harapan, Jonathan Limbong Parapak, mengapresiasi kolaborasi yang telah terjalin antara UPH dan Divisi Humas Polri sejak 2024.

Menurut Jonathan, sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun karakter generasi muda yang berintegritas serta memiliki ketahanan menghadapi tantangan era digital.

Baca Juga:  Polri Tetapkan Empat Tersangka Kecelakaan KM Virgo Transport 8

“Kami berkomitmen menciptakan lingkungan kampus yang aman, sehat, dan bersih dengan menerapkan prinsip zero tolerance terhadap segala bentuk pelanggaran hukum, termasuk perjudian online, penyalahgunaan narkoba, maupun perilaku lain yang dapat merusak masa depan mahasiswa,” kata Jonathan.

Ia menegaskan, pencegahan judi online tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi antara perguruan tinggi, Polri, pemerintah, keluarga, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.

“Melalui kolaborasi lintas sektor, kami berharap mahasiswa tidak hanya memiliki prestasi akademik yang baik, tetapi juga karakter yang kuat, literasi digital yang memadai, serta mampu menjadi agen perubahan di lingkungan kampus maupun masyarakat,” ujarnya. (*/Divhum/A1)