Bicaraindonesia.id, Surabaya – Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan sejumlah strategi untuk mengurai kepadatan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 serta arus mudik Lebaran 2027.
Langkah yang disiapkan meliputi penambahan kapasitas dermaga, pengoperasian kapal berukuran besar, hingga optimalisasi pelabuhan alternatif di Jawa Timur dan Bali.
Rencana tersebut menjadi pembahasan utama dalam pertemuan Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, PT ASDP Indonesia Ferry, serta PT Pelindo di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (16/7/2026).
Menhub Dudy mengatakan evaluasi arus penyeberangan saat mudik Lebaran lalu, menjadi dasar pemerintah menyiapkan berbagai perbaikan agar kemacetan panjang di lintasan Ketapang-Gilimanuk tidak kembali terjadi.
“Kami membahas bagaimana mengoptimalkan sekaligus mencari solusi terkait penyeberangan Ketapang-Gilimanuk. Beberapa alternatif sudah kami siapkan dan diskusikan. Harapannya kepadatan yang terjadi tahun ini bisa terselesaikan,” ujar Dudy.
Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah meningkatkan kapasitas sejumlah dermaga di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.
Peningkatan tersebut mencakup dermaga ponton dan Dermaga Bulusan agar mampu melayani kapal berukuran lebih besar sekaligus kendaraan bertonase tinggi.
Selain itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan mengoptimalkan Pelabuhan Tanjung Wangi di Banyuwangi dan Pelabuhan Jangkar di Situbondo sebagai pelabuhan alternatif. Kedua pelabuhan tersebut akan melayani kapal-kapal besar untuk mengurangi beban penyeberangan di Pelabuhan Ketapang.
Di Pelabuhan Tanjung Wangi nantinya akan dioperasikan empat kapal. Sementara di Pelabuhan Jangkar Situbondo, pemerintah akan menggeser sejumlah kapal dari wilayah lain untuk memperkuat layanan penyeberangan.
Khusus di Pelabuhan Ketapang, pemerintah juga meminta PT ASDP Indonesia Ferry mengganti kapal-kapal berukuran kecil dengan kapal yang lebih besar agar kapasitas angkut penumpang maupun kendaraan dalam setiap pelayaran meningkat.
Tak hanya di Jawa Timur, pemerintah juga menyiapkan penambahan fasilitas di sejumlah pelabuhan di Bali. Salah satunya melalui pemanfaatan Pelabuhan Celukan Bawang di Bali Utara sebagai pelabuhan alternatif untuk mendukung distribusi penyeberangan saat terjadi lonjakan penumpang.
“Ini salah satu alternatif yang kami siapkan agar kepadatan di Ketapang-Gilimanuk bisa terurai, terutama saat Nataru maupun Lebaran,” kata Dudy.
Saat ini, pekerjaan peningkatan fasilitas pelabuhan telah dimulai. Pembangunan dermaga ponton dan peningkatan kapasitas Dermaga Bulusan ditargetkan selesai serta menjalani uji coba sebelum masa libur Natal dan Tahun Baru, sehingga dapat digunakan saat menghadapi arus mudik Lebaran 2027.
“Apa yang terjadi pada Lebaran kemarin menjadi pelajaran yang ingin kami perbaiki,” pungkasnya. (*/T1/A1)

Tinggalkan Balasan