Bicaraindonesia.id, Jakarta – Sebanyak 168.497 warga lanjut usia (lansia) telah memanfaatkan Kartu Lansia Jakarta (KLJ) hingga Juni 2026. Program bantuan sosial tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam meningkatkan perlindungan dan kualitas hidup warga senior di tengah transformasi Jakarta menuju kota global.

Komitmen tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat menghadiri Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) Ke-30 Tahun 2026 di Jakarta Bird Land, Gelanggang Samudra Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Selasa (14/7/2026).

Peringatan HLUN 2026 diikuti sekitar 500 peserta dari Forum Komunikasi Lanjut Usia (FKLU) di lima wilayah kota administrasi Jakarta.

“Saya betul-betul gembira. Yang saya ingat adalah semangatnya. Ini menunjukkan bahwa usia lanjut di DKI Jakarta memang mendapatkan banyak sekali perhatian dari Pemerintah DKI Jakarta,” ujar Pramono dikutip pada Selasa (14/7/2026).

Saat ini, Jakarta dihuni sekitar 1,16 juta lansia atau 10,6 persen dari total populasi. Menurut Pramono, besarnya jumlah penduduk lansia harus menjadi perhatian dalam perencanaan pembangunan kota.

Baca Juga:  Pemprov DKI Rampungkan Renovasi 16 Gedung Sekolah

Ia menegaskan, pembangunan Jakarta tidak hanya berfokus pada penyediaan infrastruktur, tetapi juga harus menjamin perlindungan, akses layanan, serta ruang interaksi bagi warga lanjut usia.

“Pertemuan-pertemuan seperti ini membuat umur panjang, membuat orang merasa dirinya bermanfaat dan produktif,” tuturnya.

KLJ Diprioritaskan bagi Lansia yang Membutuhkan

Di sektor perlindungan sosial, Pemprov DKI Jakarta terus menyalurkan Kartu Lansia Jakarta (KLJ). Hingga Juni 2026, program tersebut telah dimanfaatkan oleh 168.497 lansia.

Pramono menegaskan bantuan KLJ diprioritaskan bagi warga yang benar-benar membutuhkan. Sementara itu, pendaftaran tetap dibuka bagi calon penerima yang memenuhi persyaratan.

“Beberapa lansia yang keluarganya mampu tentunya, mohon maaf, belum bisa mendapatkan Kartu Lansia. Namun, yang membutuhkan akan kami prioritaskan,” katanya.

Baca Juga:  Jalan Tembus Kelapa Gading-Pulo Gadung Ditargetkan Rampung 2027

Selain bantuan sosial, Pemprov DKI Jakarta juga menghadirkan berbagai layanan kesehatan bagi lansia melalui Posyandu Lansia, Poli Lansia Terpadu, hingga layanan kunjungan rumah oleh Pasukan Putih bagi warga dengan keterbatasan mobilitas.

Pramono turut mengajak para lansia memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang telah disediakan pemerintah.

“Kalau waktunya check-up, cek kesehatan Bapak-Bapak, Ibu-Ibu, Saudara-Saudara sekalian. Sudah check-up-nya gratis masa enggak mau check-up,” tuturnya.

Untuk mendukung kemandirian dan produktivitas warga senior, Pemprov DKI Jakarta juga mengembangkan Sekolah Lansia sebagai ruang belajar, pemberdayaan, dan interaksi sosial. Saat ini terdapat 78 Sekolah Lansia dengan 2.278 peserta.

“Yang paling penting bagi lansia adalah merasa tetap produktif, bahagia, happy, dan yang utama adalah tetap mendapatkan rasa kasih sayang dari keluarga,” tambah Pramono.

Pemprov DKI Jakarta juga memberikan kemudahan mobilitas melalui transportasi publik serta akses ke sejumlah destinasi wisata agar lansia tetap aktif dan terhubung dengan kehidupan kota.

Baca Juga:  Enam Kodam Baru Diresmikan Prabowo, Ini Daftar Lengkapnya

Menjelang usia lima abad Jakarta, Pramono menegaskan pembangunan kota harus memberikan manfaat bagi seluruh kelompok usia melalui kolaborasi pemerintah, keluarga, komunitas, dunia usaha, tenaga kesehatan, dan masyarakat.

“Menjelang usia lima abad, Jakarta harus menjadi kota global yang ramah bagi semua generasi. Karena itu, kolaborasi pemerintah, keluarga, FKLU, komunitas, dunia usaha, tenaga kesehatan, dan masyarakat harus terus diperkuat agar para lansia dapat hidup sehat, aktif, mandiri, berdaya, dan bermartabat,” tegasnya.

Ia menambahkan, perhatian terhadap lansia tidak hanya diwujudkan melalui layanan dan bantuan, tetapi juga dengan menjaga harapan serta semangat hidup mereka.

“Kata kuncinya adalah lansia di Jakarta merasa memiliki harapan. Seseorang yang punya harapan biasanya lebih semangat untuk hidup,” pungkasnya. (*/Pr/C1)