Bicaraindonesia.id, Malang – Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia Jawa Timur (Pengprov IPSI Jatim) sukses menggelar “Penataran Pelatih dan Juri Festival Pencak Silat” dengan tagline “Dari Tradisi Menuju Prestasi”. Kegiatan itu digelar di Hotel Pelangi, Kota Malang, pada 11-12 Juli 2026.

Sebanyak 115 pelatih dan juri dari seluruh kabupaten/kota serta berbagai perguruan pencak silat di Jawa Timur mengikuti kegiatan tersebut. Tingginya partisipasi peserta menunjukkan semakin besarnya perhatian terhadap pengembangan pencak silat tradisi sebagai bagian dari pembinaan prestasi daerah.

Ketua Panitia, Parso Adiyanto, mengatakan seluruh peserta mengikuti setiap materi dengan antusias sejak sesi pertama. Diskusi berlangsung aktif dengan berbagai pembahasan mengenai kepelatihan, sistem penjurian, hingga pengembangan festival pencak silat.

“Antusiasme peserta luar biasa. Kami berharap semangat ini terus terjaga hingga sesi praktik penjurian pada hari kedua sehingga kompetensi mereka benar-benar meningkat,” ujar Parso, Sabtu (11/7/2026).

Baca Juga:  Khofifah Pimpin Pembaretan 1.334 Taruna-Taruni Jawa Timur

Menurut Parso, penataran ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi fondasi untuk menghadapi agenda pembinaan berikutnya, yakni Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Piala Gubernur Jawa Timur yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026.

Selain itu, IPSI Jatim juga telah menyiapkan sejumlah agenda festival pencak silat, di antaranya festival yang direncanakan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) serta Festival Pencak Silat Tradisi di Kota Batu pada Agustus 2026. Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat memperluas ruang kompetisi sekaligus menjaga kelestarian budaya pencak silat.

Parso menjelaskan, sebagian peserta merupakan mantan atlet dan pelatih pencak silat tradisi yang pernah tampil pada ajang ekshibisi kejuaraan dunia. Mereka mengikuti penataran untuk meningkatkan kompetensi agar memenuhi standar nasional hingga internasional.

Baca Juga:  Midtown Hotels Bekali Warga Binaan Surabaya Keterampilan Meracik Kopi

“Kami ingin melahirkan pelatih dan juri yang memiliki kompetensi tinggi sehingga kualitas festival pencak silat Jawa Timur terus meningkat,” katanya.

Untuk memperkuat kualitas pelatihan, IPSI Jatim menghadirkan empat narasumber berpengalaman, yakni Ratna Windyastuti dan Parso Adiyanto yang berlisensi internasional, Gatot Suhartono berlisensi nasional, serta Agus Mardianto yang dikenal sebagai seniman dan budayawan.

Materi yang diberikan meliputi teknik kepelatihan, regulasi penjurian festival, hingga penguatan nilai budaya dan seni dalam pencak silat tradisi. Selain sesi teori, peserta juga mengikuti praktik langsung di atas matras untuk mengasah kemampuan teknis.

Baca Juga:  Resmi Pimpin Polda Jatim, Irjen Pol Dekananto Ungkap Prioritas Utamanya

Penataran dibuka Ketua Harian Pengprov IPSI Jawa Timur Hoslih Abdullah mewakili Ketua Umum IPSI Jatim Bambang Haryo Soekartono yang berhalangan hadir.

Dalam sambutannya, Hoslih menegaskan peningkatan kualitas pelatih dan juri menjadi bagian dari strategi IPSI Jawa Timur untuk mempertahankan prestasi di tingkat nasional sekaligus menatap PON 2028.

Ia mengungkapkan Jawa Timur menargetkan raihan empat medali emas pada PON 2028. Untuk mencapai target tersebut, Kejurprov Piala Gubernur Jawa Timur akan menjadi salah satu tahapan penting dalam menjaring atlet-atlet potensial.

“Ilmu yang diperoleh dari penataran ini harus ditularkan di daerah masing-masing agar pembinaan berjalan merata. Kejurprov Piala Gubernur nanti juga menjadi bagian penting dalam proses seleksi menuju PON 2028,” tegas Hoslih. (*/Dap/A1)