Bicaraindonesia.id, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) terus mendorong perluasan pasar bagi produk unggulan daerah.
Salah satunya melalui Festival Inovasi Produk Daya Tarik Wisata dalam rangka Pameran Kopi dan Ekonomi Kreatif 2026 yang digelar di Ciputra World Surabaya pada 10-12 Juli 2026.
Festival yang didukung Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur bersama DPRD Jawa Timur itu mempertemukan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pemerintah, serta masyarakat dalam satu ruang promosi produk ekonomi kreatif.
Sebanyak 30 tenant dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik, dan sejumlah daerah lain ikut meramaikan pameran. Beragam produk ditawarkan, mulai kopi khas Nusantara, cokelat, teh, makanan olahan, fesyen hingga aneka makanan ringan.
Kepala Bidang Pemasaran dan Kelembagaan Ekonomi Kreatif, Disbdupar Jawa Timur, Ali Afandi mengatakan festival ini telah empat kali diselenggarakan. Sebelumnya, kegiatan serupa digelar di Lapangan Atletik Unesa dan kawasan Kota Lama Surabaya.
“Yang ingin kami dorong adalah masyarakat semakin mengenal bahwa kopi Jawa Timur memiliki kualitas yang luar biasa,” kata Ali dalam keterangan tertulis dikutip pada Sabtu (11/7/2026).
Menurut Ali, tujuan utama festival bukan sekadar mengejar jumlah pengunjung, tetapi memperkenalkan kopi Jawa Timur kepada pasar yang lebih spesifik.
“Kali ini kami memilih pusat perbelanjaan karena ingin menyasar konsumen kelas menengah ke atas sehingga produk kopi lokal bisa semakin dikenal di pasar yang lebih luas, setiap daerah di Jawa Timur memiliki karakter kopi yang berbeda. Mulai dari kopi Ijen, Raung, Wilis hingga kopi Excelsa asal Jombang yang memiliki cita rasa khas,” ujarnya.
Ali menyebut kopi Ijen kini menjadi salah satu produk yang paling dikenal masyarakat. Popularitas kawasan wisata Ijen ikut mendongkrak pengenalan kopi asal wilayah tersebut.
“Kalau ditanya yang sedang naik daun, kopi Ijen menjadi salah satu yang paling dikenal. Faktor kawasan wisata ikut membantu memperkenalkan kualitas kopinya,” katanya.
Selain kopi, Disbudpar juga terus mengangkat potensi unggulan daerah lainnya. Di Jember, misalnya, promosi dilakukan melalui konsep 3C, yakni cerutu, coffee, dan carnaval.
Ali mengatakan Jember Fashion Carnaval (JFC) yang akan digelar pada 24-26 Juli 2026 menjadi salah satu agenda unggulan promosi pariwisata Jawa Timur. Event tersebut masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) dan berhasil masuk 10 besar event nasional pilihan Kementerian Pariwisata.
“JFC bersama Festival Reog Ponorogo menjadi kebanggaan Jawa Timur karena masuk Top 10 KEN. Pemerintah provinsi terus memberikan dukungan agar kualitas event daerah semakin meningkat dan mampu menarik lebih banyak wisatawan,” jelasnya.
Festival Kopi dan Ekonomi Kreatif 2026 menjadi bagian dari rangkaian tujuh penyelenggaraan yang akan digelar di sejumlah lokasi berbeda. Setelah Ciputra World Surabaya, kegiatan akan berlanjut di Lapangan Atletik Unesa dan kawasan Kota Lama Surabaya. (*/T1/A1)

Tinggalkan Balasan