Bicaraindonesia.id, Jakarta – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Apri Artoto mengklarifikasi beredarnya potongan surat dinas Kementerian PU terkait pengurusan visa ke Amerika Serikat yang ramai menjadi perbincangan di media sosial.
Sorotan publik muncul setelah dalam surat tersebut tercantum nama istri dan anak Menteri PU Dody Hanggodo. Apri menegaskan surat itu dibuat untuk memenuhi kelengkapan administrasi pengurusan visa dan bukan menunjukkan kepastian keberangkatan.
“Dapat saya jelaskan, itu surat dari saya selaku Sekjen Kementerian PU, dan itu surat adalah untuk kelengkapan administrasi dalam pengurusan visa,” kata Apri saat memberikan keterangan pers kepada awak media di Kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, Selasa (7/7/2026).
Ia menjelaskan rencana kegiatan ke Amerika Serikat masih bersifat tentatif. Daftar nama yang tercantum dalam surat tersebut merupakan kemungkinan pendamping Menteri PU.
“Jadi, memang kegiatan yang akan dilakukan itu sifatnya masih tentatif. Kemudian list yang ada di dalam surat itu merupakan kita memasukkan kemungkinan pendamping dari Pak Menteri Pekerjaan Umum,” ujarnya.
Apri mengatakan pencantuman anggota keluarga dalam daftar dilakukan berdasarkan komunikasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) sebagai bagian dari proses administrasi visa.
“Nah, terkait di dalam list itu ada anggota keluarga, itu memang di dalam komunikasi kami dengan Kementerian Luar Negeri dalam rangka pengurusan visa itu sebaiknya memang dijadikan di dalam satu daftar,” jelasnya.
Meski demikian, Apri menegaskan biaya perjalanan anggota keluarga tidak akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Yang perlu saya tegaskan di sini untuk pembiayaan terhadap keluarga itu tidak akan menggunakan dana APBN. Kalau memang terjadi ada pemberangkatan dari anggota keluarga, maka pembiayaan akan menggunakan dana pribadi,” tegasnya.
Ia pun kembali memastikan tidak ada penggunaan anggaran negara untuk kepentingan pribadi.
“Ini saya tekankan lagi, tidak ada penggunaan dana APBN untuk pembiayaan keluarga atau kepentingan pribadi. Itu akan didanai secara pribadi,” ujarnya.
Terkait beredarnya surat dinas tersebut di media sosial, Apri mengatakan pihaknya masih menelusuri sumber kebocoran dokumen itu.
“Ini yang kami juga sedang mencoba mencari sumbernya dari mana. Apakah dari internal ataupun dari eksternal, ini kami masih mencari,” katanya.
Menurutnya, surat tersebut merupakan dokumen kedinasan yang tidak semestinya menjadi konsumsi publik. “Terus terang itu memang sebenarnya surat dinas yang tidak seharusnya untuk konsumsi publik,” ujarnya.
Ia menambahkan, apabila kebocoran berasal dari internal kementerian, pihaknya akan membentuk tim untuk menindaklanjuti dugaan pelanggaran disiplin.
“Kita akan membentuk tim untuk penerapan sanksi disiplinnya dan itu kita harus menunggu juga apakah sanksi disiplinnya nanti termasuk berat, ringan, atau sedang,” ujarnya.
Apri juga menegaskan perjalanan ke Amerika Serikat belum dilaksanakan karena masih menunggu keputusan sesuai prioritas kerja Menteri PU.
“Seperti saya jelaskan tadi, ini kan masih tentatif. Tentunya keberangkatan Pak Menteri dan rombongan itu bergantung dari prioritas beliau. Apakah nanti kalau memang jadi berangkat bisa meninggalkan prioritas yang ada di dalam negeri,” katanya.
Ia menyebut hingga saat ini fokus Menteri PU masih pada sejumlah agenda di dalam negeri.
“Yang pasti sampai detik ini prioritas Pak Menteri masih pemulihan pasca bencana, kemudian persiapan penyelesaian Sekolah Rakyat, dan juga persiapan menghadapi Olimpiade,” pungkasnya. (*/A1)

Tinggalkan Balasan