Bicaraindonesia.id, Malang – Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Malang periode 2026-2030 langsung memasang target tinggi usai resmi dilantik oleh Pengurus Provinsi IPSI Jawa Timur, Sabtu (4/7/2026).
Kepengurusan baru menargetkan raihan 10 medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027 sebagai langkah membangkitkan prestasi pencak silat Kabupaten Malang.
Pelantikan yang digelar di NK Cafe, Kabupaten Malang, dihadiri Bupati Malang Sanusi, Ketua DPRD sekaligus Ketua KONI Kabupaten Malang Darmadi, serta jajaran Pengprov IPSI Jawa Timur.
Dalam kesempatan itu, Bupati Malang Sanusi menegaskan pencak silat tidak hanya berorientasi pada prestasi olahraga, tetapi juga menjadi sarana membentuk karakter generasi muda. Karena itu, ia meminta pengurus baru memberikan perhatian pada pembinaan mental atlet.
“Bina atlet dan lingkungannya dengan baik. Pencak silat tidak hanya olahraga, tetapi pembinaan mental. Insan pencak silat tidak boleh arogan,” ujar Sanusi.
Sanusi juga mengenang pengalamannya belajar pencak silat sejak muda. Menurutnya, fungsi pencak silat kini berkembang dari sekadar bela diri menjadi media pembentukan karakter, disiplin, dan kepercayaan diri.
Ketua Pengkab IPSI Kabupaten Malang, Zia’Ulhaq mengatakan, kepengurusan baru membawa tiga agenda utama, yakni guyub, prestasi, dan karakter.
Menurutnya, seluruh perguruan silat di Kabupaten Malang harus bersatu untuk mengangkat prestasi daerah di tingkat provinsi.
“Beda baju boleh, tetapi kalau sudah memakai logo IPSI hanya ada satu tujuan, menjadi yang terbaik di Porprov,” ujarnya.
Zia’Ulhaq menegaskan target 10 medali emas di Porprov Jatim 2027 bukan sekadar slogan. Target tersebut akan dicapai melalui pembinaan atlet usia dini yang dilakukan secara lebih sistematis dan berkelanjutan.
Ia juga menuturkan bahwa IPSI Kabupaten Malang berkomitmen melahirkan pesilat yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter yang baik.
“IPSI bukan tempat mencetak pendekar arogan, tetapi mencetak pendekar yang berkarakter,” katanya.
Untuk mendukung target tersebut, Zia’Ulhaq meminta dukungan dana hibah dari KONI Kabupaten Malang agar program pembinaan dapat berjalan secara berkesinambungan.
Ia juga mengusulkan pencak silat menjadi kegiatan ekstrakurikuler di sekolah guna memperluas pembinaan atlet sejak usia dini.
Sementara itu, Ketua Harian IPSI Jawa Timur Hoslih Abdullah yang mewakili Ketua Umum Pengprov IPSI Jatim menilai Kabupaten Malang memiliki potensi besar meningkatkan prestasi. Namun, ia mengingatkan persaingan pada Porprov Jatim 2027 akan semakin ketat.
Pada Porprov sebelumnya, Kabupaten Malang meraih tiga medali emas dan tiga perak, sedangkan Kota Surabaya mengoleksi lima medali emas.
“Kalau ingin mengejar Surabaya, seluruh perguruan silat harus dirangkul dan pembinaan atlet harus semakin serius,” ujar Hoslih.
Hoslih juga memaparkan agenda IPSI Jawa Timur menuju Pekan Olahraga Nasional (PON). Di antaranya mengirim juara Kejurprov dan atlet Puslatda Mandiri ke Indonesian Open pada Agustus mendatang sebagai ajang uji coba, serta menggelar Kejurprov Piala Gubernur Jawa Timur pada Oktober 2026.
Dukungan terhadap target tersebut juga disampaikan Ketua DPRD sekaligus Ketua KONI Kabupaten Malang Darmadi.
Ia mengatakan Bupati Malang telah memasang target agar Kabupaten Malang mampu finis sebagai juara umum kedua pada Porprov Jatim 2027.
Menurut Darmadi, posisi tersebut setara dengan menjadi juara sesungguhnya karena Surabaya kembali menjadi tuan rumah dan selama ini masih mendominasi klasemen umum.
“Kami berharap seluruh cabang olahraga, termasuk pencak silat, mampu meningkatkan prestasi dan bersama-sama mewujudkan target besar Kabupaten Malang di Porprov Jatim 2027,” pungkasnya. (*/Dap/A1)

Tinggalkan Balasan