Bicaraindonesia.id, Banyuwangi – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) memastikan pembangunan dermaga baru di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, mulai dipersiapkan bersama PT ASDP Indonesia Ferry. Langkah ini dilakukan untuk mengatasi kemacetan panjang yang kerap terjadi di jalur penyeberangan Ketapang-Gilimanuk.
Selama ini, antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menuju Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, maupun sebaliknya, seringkali terjadi. Sebab, kapasitas dermaga dinilai belum mampu mengimbangi tingginya aktivitas penyeberangan.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan Pemprov Jatim telah menggelar koordinasi dengan pihak ASDP untuk mempercepat realisasi pembangunan tersebut.
“Kemarin sore (Kamis 2/7/2026) kita sudah rapat dengan ASDP di Juanda. Jadi bulan depan ada beberapa item yang sudah akan dibangun,” ujar Khofifah kepada awak media usai pelepasan ekspor produk ikan olahan di Muncar, Banyuwangi, Jumat (3/7/2026) siang.
Menurut Khofifah, pengembangan Pelabuhan Ketapang tidak hanya mencakup pembangunan dermaga baru, tetapi juga sejumlah fasilitas lain yang telah masuk dalam rencana induk (master plan).
Ia mengungkapkan, pengembangan Pelabuhan Ketapang hingga 2030 akan diusulkan menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN) agar mendapat dukungan lintas kementerian dari pemerintah pusat.
“Sudah ada master plan-nya sampai 2030, perkembangan secara komprehensif kita akan mengajukan ini sebagai PSN. Kalau sebagai proyek strategis nasional perawatan ini akan mendapatkan support secara komprehensif dari berbagai kementerian,” pungkasnya. (*/T1/A1)

Tinggalkan Balasan