Bicaraindonesia.id, Surabaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menargetkan Bandara Dhoho Kediri mulai beroperasi sebagai embarkasi haji baru pada 2027.

Langkah ini dipersiapkan untuk meningkatkan kualitas layanan penyelenggaraan ibadah haji sekaligus mempermudah akses keberangkatan jamaah, khususnya dari wilayah Mataraman.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menyambut kepulangan jamaah haji Debarkasi Surabaya kloter ke-116 atau kloter terakhir musim haji 1447 H/2026 M di Asrama Haji Surabaya, Rabu (1/7/2026).

Khofifah menegaskan peningkatan kualitas pelayanan haji akan terus menjadi perhatian Pemprov Jawa Timur. Salah satu langkah strategis yang kini dipersiapkan adalah pengoperasian Bandara Dhoho Kediri sebagai embarkasi haji baru.

Baca Juga:  Aktivasi IKD Surabaya Naik 1-3 Persen per Bulan

“InsyaAllah tahun depan Bandara Dhoho sudah bisa mulai digunakan untuk penerbangan haji. Terimakasih Pak Menteri Haji dan Umrah atas semua ikhtiarnya,” kata Khofifah dalam keterangan tertulis dikutip pada Jumat (3/7/2026).

“Seluruh persiapan terus kami lakukan bersama Kementerian Agama, Kementerian Perhubungan, Angkasa Pura, juga seluruh pihak terkait agar seluruh persyaratan dapat dipenuhi dengan baik,” sambungnya.

Menurut Khofifah, keberadaan Bandara Dhoho akan memangkas waktu tempuh calon jamaah haji menuju embarkasi sehingga proses keberangkatan maupun kepulangan menjadi lebih efektif dan nyaman, terutama bagi masyarakat di kawasan Mataraman.

Baca Juga:  Pemerintah Siapkan Solusi Atasi Macet Ketapang-Gilimanuk

Embarkasi Dhoho diproyeksikan melayani sekitar 10.548 calon jamaah haji dari 15 kabupaten/kota di Jawa Timur. Wilayah tersebut meliputi Kabupaten dan Kota Kediri, Kabupaten dan Kota Blitar, Nganjuk, Tulungagung, Trenggalek, Kabupaten dan Kota Madiun, Magetan, Ponorogo, Pacitan, Ngawi, Jombang, serta Bojonegoro.

“Bandara Dhoho ini sudah lama kami persiapkan untuk memperkuat layanan penyelenggaraan ibadah haji sekaligus memberikan kemudahan bagi jamaah, khususnya dari wilayah Mataraman. Kami berharap proses keberangkatan maupun kepulangan jamaah akan semakin efektif dan nyaman,” harapnya.

Baca Juga:  Jatim Catat Transaksi Koperasi Merah Putih Tertinggi Nasional

Sementara itu, penyelenggaraan haji Debarkasi Surabaya tahun 2026 resmi berakhir setelah seluruh kloter dipulangkan ke Tanah Air. Sebanyak 116 kloter dengan total sekitar 44.000 jamaah tercatat menjadi bagian dari Debarkasi Surabaya.

Hingga penutupan operasional, sebanyak 43.894 jamaah telah kembali ke Indonesia. Tercatat 77 jamaah wafat di Tanah Suci, 10 jamaah kembali secara mandiri, dua jamaah pulang melalui debarkasi lain, 17 jamaah masih menjalani perawatan di Arab Saudi, serta satu jamaah dari embarkasi lain dipulangkan melalui Debarkasi Surabaya. (*/Pr/C1)