Bicaraindonesia.id, Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mempercepat pembangunan Flyover Latumenten di Grogol, Jakarta Barat, sebagai salah satu proyek strategis untuk mengatasi kemacetan di kawasan tersebut.

Infrastruktur ini dibangun untuk memisahkan arus kendaraan dari perlintasan kereta api sehingga diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan Flyover Latumenten menjadi proyek prioritas karena selama ini kawasan Grogol dan sekitarnya dikenal sebagai salah satu titik kemacetan terparah di Ibu Kota.

“Flyover Latumenten ini salah satu flyover yang paling ditunggu di Jakarta. Karena di sini, pagi, siang, maupun sore, kemacetannya sangat tinggi. Maka ketika diusulkan, saya menyampaikan bahwa ini menjadi prioritas utama untuk mengurai kemacetan di kawasan Grogol, Pluit, Slipi, dan sekitarnya,” ujar Pramono saat meninjau pekerjaan konstruksi terintegrasi rancang dan bangun Flyover Latumenten, Kamis (2/7/2026).

Baca Juga:  Pemprov DKI Rampungkan Renovasi 16 Gedung Sekolah

Pramono menyebut progres pembangunan saat ini telah mencapai 55,2 persen. Dengan nilai investasi sebesar Rp259 miliar, proyek tersebut ditargetkan selesai pada 15 Desember 2026.

“Sekarang progresnya sudah mencapai 55,2 persen dengan anggaran pembangunan Rp259 miliar. Saya berharap proyek ini selesai tepat waktu, yakni pada 15 Desember 2026, sehingga lalu lintas di salah satu kawasan yang selama ini paling banyak dikeluhkan bisa menjadi lebih lancar,” tambahnya.

Selain membangun flyover, Pemprov DKI juga menghadirkan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang mengusung prinsip aksesibilitas dan inklusivitas. Fasilitas tersebut dirancang agar dapat dimanfaatkan seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, lanjut usia, ibu hamil, dan anak-anak.

Baca Juga:  Polisi Gerebek Kampung Ambon dan Boncos, 24 Orang Diamankan

Keberadaan JPO diharapkan tidak hanya meningkatkan keselamatan pejalan kaki, tetapi juga memperkuat konektivitas antarsimpul transportasi dan kawasan di sekitarnya.

Sebagai bagian dari pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD), pemerintah turut membangun halte Transjakarta yang terintegrasi dengan Stasiun Grogol.

Integrasi ini diharapkan mempermudah akses masyarakat terhadap transportasi umum sekaligus mendorong peningkatan penggunaan angkutan massal.

Secara teknis, Flyover Latumenten arah Slipi memiliki panjang 435 meter dengan lebar 11 meter yang terdiri atas dua lajur kendaraan umum dan satu lajur busway.

Sementara flyover arah Grogol memiliki panjang 420 meter dengan lebar 11 meter serta kapasitas dua lajur kendaraan umum dan satu lajur busway.

Baca Juga:  HUT ke-81, Prabowo Tegaskan TNI Harus Dekat dengan Rakyat

Dengan sisa waktu pengerjaan sekitar lima bulan, percepatan pembangunan terus dilakukan secara simultan agar target operasional pada akhir 2026 dapat tercapai dan memberikan manfaat bagi mobilitas warga Jakarta.

Dinas Bina Marga DKI Jakarta bersama seluruh pihak terkait menyatakan berkomitmen menjaga kualitas pekerjaan, keselamatan konstruksi, serta meminimalkan dampak terhadap aktivitas masyarakat selama proses pembangunan berlangsung.

Selama masa konstruksi, sejumlah rekayasa lalu lintas akan diberlakukan. Masyarakat diimbau mematuhi rambu lalu lintas, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta mengutamakan keselamatan saat melintas di area pekerjaan. (*/Pr/C1)