Bicaraindonesia.id, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan industri pengemasan memiliki peran penting dalam mempercepat hilirisasi nasional.
Penegasan itu disampaikan Khofifah saat membuka ALLPACK Surabaya 2026 (EastPack Surabaya) dan East Beauty Pack Expo 2026 di Grand City Convention Hall, Surabaya, Rabu (1/7/2026).
Khofifah menilai pameran Business-to-Business (B2B) berskala internasional tersebut tidak hanya menjadi ajang menampilkan teknologi terbaru, tetapi juga momentum memperkuat daya saing industri nasional melalui inovasi, kolaborasi, dan modernisasi sektor manufaktur.
Menurutnya, format pameran yang digagas Krista Exhibitions mampu mempertemukan berbagai sektor industri, mulai dari pengolahan, pengemasan, logistik, makanan dan minuman, farmasi, hingga kosmetik dalam satu ekosistem yang saling mendukung.
“Di sini ada inovasi, sinergi, dan kolaborasi yang sangat kuat. Ini akan memberikan penguatan nilai tambah bagi industri kita,” kata Khofifah.
Khofifah mengatakan penguatan sektor manufaktur harus berjalan seiring dengan percepatan program hilirisasi yang menjadi agenda strategis nasional.
Ia kembali menekankan konsep “petik, olah, kemas, jual” sebagai formula untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian, perikanan, hortikultura, hingga sektor maritim.
“Kalau petik, olah, kemas, jual bisa kita kuatkan, maka produk kita akan lebih siap memenuhi standar ekspor, baik dari sisi kualitas, keamanan pangan, hingga kemasan yang sesuai kebutuhan pasar internasional,” ujarnya.
Ia menilai industri pengemasan menjadi faktor strategis dalam meningkatkan daya saing produk Industri Kecil dan Menengah (IKM). Melalui penerapan teknologi pengolahan dan kemasan yang semakin modern, pelaku usaha dinilai dapat menghasilkan produk bernilai tambah tinggi sekaligus memperluas pasar ekspor.
Khofifah berharap pameran internasional tersebut tidak berhenti sebagai ajang transaksi bisnis semata, tetapi mampu menghasilkan tindak lanjut konkret untuk memperkuat pelaku IKM di berbagai daerah.
“Tentu bukan hanya Jawa Timur, tetapi seluruh provinsi di Indonesia. Ini sangat inspiratif dan semoga menjadi berkah bagi pelaku IKM maupun industri nasional,” ujarnya.
ALLPACK Surabaya 2026 dan East Beauty Pack Expo 2026 tahun ini digelar secara mandiri untuk pertama kalinya, terpisah dari EastFood Indonesia (IIFEX). Pemisahan dilakukan seiring meningkatnya jumlah peserta dan tingginya antusiasme pelaku industri dari tahun ke tahun.
Sebanyak lebih dari 120 peserta, termasuk 10 UMKM, mengikuti pameran dengan menghadirkan inovasi di bidang pengemasan, percetakan, pengolahan makanan dan minuman, farmasi, logistik, hingga manufaktur.
Sementara East Beauty Pack Expo menampilkan teknologi terbaru bagi industri kosmetik, mulai dari bahan baku, mesin produksi, hingga kemasan produk kecantikan.
Chief Executive Officer Krista Exhibitions, Daud D. Salim mengatakan penyelenggaraan pameran tersebut menjadi wujud komitmen perusahaan menghadirkan platform bisnis yang mempertemukan produsen, distributor, importir, eksportir, hingga pelaku usaha dari berbagai sektor.
“Surabaya memiliki posisi strategis sebagai pusat perdagangan Indonesia Timur. Kami optimistis pameran ini menjadi momentum memperluas pasar, meningkatkan daya saing industri, sekaligus mempercepat adopsi teknologi dan inovasi,” ujarnya.
Selain menghadirkan ratusan produk dan teknologi terbaru, pameran juga diramaikan dengan seminar nasional yang membahas desain kemasan, ekonomi sirkular, industri farmasi, industri plastik, hingga strategi packaging bagi UMKM.
Penyelenggara juga menghadirkan Business Matching dan Hosted Buyer Program yang mempertemukan peserta dengan calon mitra bisnis dari dalam maupun luar negeri. Program tersebut diharapkan mampu membuka peluang investasi, memperluas pasar ekspor, serta memperkuat rantai pasok industri nasional.
Menurut penyelenggara, meningkatnya kebutuhan terhadap solusi pengemasan yang efisien, inovatif, dan berkelanjutan menjadikan Jawa Timur sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri makanan dan minuman, farmasi, kosmetik, serta manufaktur nasional.
Sebagai informasi, ALLPACK Surabaya 2026 dan East Beauty Pack Expo 2026 berlangsung pada 1-4 Juli 2026 di Grand City Convention Hall, Surabaya.
Pameran ini menargetkan terjalinnya kolaborasi antara produsen teknologi, pelaku industri, UMKM, asosiasi, akademisi, hingga pemerintah dalam mempercepat transformasi manufaktur Indonesia, khususnya di kawasan Indonesia Timur. (*/Dap/A1)

Tinggalkan Balasan