Bicaraindonesia.id, Surabaya – Persiapan Kota Surabaya menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027 tidak hanya berfokus pada kesiapan sebagai tuan rumah. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) juga mulai membangun kekuatan kontingen melalui proses pembinaan dan penjaringan atlet sejak dini.
Langkah tersebut dilakukan seiring percepatan berbagai persiapan penyelenggaraan, mulai dari kesiapan venue pertandingan, sarana pendukung, hingga pemetaan atlet yang diproyeksikan menjadi andalan Kota Pahlawan pada ajang olahraga terbesar di Jawa Timur itu.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Heri Purwadi mengatakan, Surabaya optimistis mampu menyelenggarakan Porprov Jatim 2027 dengan standar terbaik sekaligus memberikan dampak positif bagi perkembangan olahraga daerah.
“Insyaallah siap. Dukungan dari Bapak Wali Kota dan Pemerintah Kota Surabaya sangat luar biasa. Kami yakin Porprov 2027 bisa dilaksanakan dengan penuh kebahagiaan dan diakhiri dengan kebanggaan,” ujar Heri kepada wartawan di Surabaya, Rabu (24/6/2026).
Sebagai bagian dari persiapan, Disporapar bersama KONI Surabaya dan KONI Jawa Timur telah melakukan survei serta pemetaan sejumlah venue yang akan digunakan untuk pertandingan.
Kawasan olahraga Kertajaya dan kompleks olahraga Universitas Negeri Surabaya (Unesa) disiapkan sebagai dua klaster utama pelaksanaan Porprov Jatim 2027.
Menurut Heri, sebagian besar fasilitas olahraga di Surabaya telah memenuhi standar penyelenggaraan. Perbaikan yang dilakukan saat ini lebih difokuskan pada peningkatan fasilitas pendukung untuk menunjang kenyamanan atlet, ofisial, dan penonton.
“Perbaikan lebih banyak menyasar fasilitas pendukung seperti tribun, kamar mandi, dan sarana penunjang lainnya. Untuk kebutuhan pertandingan, sebagian besar venue sudah sangat siap,” katanya.
Di sisi lain, upaya memperkuat kontingen Surabaya juga mulai dijalankan melalui berbagai kejuaraan daerah. Salah satunya dengan mengintegrasikan Piala Wali Kota Surabaya dalam rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS), yang dimanfaatkan sebagai sarana pemantauan atlet potensial menuju Porprov 2027.
Ajang tersebut menjadi salah satu instrumen awal dalam proses seleksi atlet sekaligus memperluas pembinaan olahraga prestasi di Surabaya.
“Atlet-atlet yang tampil sebagai juara tentu menjadi perhatian khusus dan memiliki peluang untuk masuk ke tahapan pembinaan berikutnya. Ini menjadi salah satu indikator dalam proses seleksi menuju Porprov,” ujar Heri.
Di tempat yang sama, Ketua KONI Surabaya, Arderio Hukom menegaskan, hasil Piala Wali Kota akan menjadi bahan penting dalam memetakan kekuatan kontingen Surabaya. Seleksi atlet akan dilakukan secara ketat agar tim yang diturunkan benar-benar diisi atlet terbaik.
“Atlet yang mampu menunjukkan prestasi tentu memiliki peluang besar untuk masuk dalam proyeksi tim Porprov. Kami ingin memastikan Surabaya tampil dengan kekuatan terbaik saat menjadi tuan rumah nanti,” kata Arderio.
Ia menambahkan, sinergi antara KONI Surabaya, pemerintah kota dan KONI Jawa Timur, menjadi kunci untuk mewujudkan dua target utama, yakni sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi.
Dengan waktu persiapan yang masih tersisa hampir dua tahun, Surabaya terus bergerak pada dua fokus utama sekaligus. Selain memastikan seluruh fasilitas pertandingan siap digunakan, Kota Pahlawan juga berupaya membentuk kontingen yang mampu bersaing di papan atas saat Porprov Jatim 2027 digelar.
Bagi Surabaya, Porprov Jatim 2027 bukan sekadar agenda olahraga. Ajang ini menjadi momentum pembuktian bahwa Kota Pahlawan siap tampil sebagai pusat olahraga Jawa Timur, baik sebagai penyelenggara maupun sebagai daerah yang memburu prestasi tertinggi di kandang sendiri. (*/Dap/A1)

Tinggalkan Balasan