Bicaraindonesia.id, Surabaya – Meski Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) masih akan berlangsung dua tahun lagi, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur mulai melakukan percepatan persiapan.
Langkah awal tersebut ditandai dengan pembahasan program Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) KONI Jatim yang digelar di Kampus STIESIA Surabaya. Program ini disiapkan sebagai fondasi mempertahankan dominasi Jawa Timur pada ajang olahraga nasional.
Ketua Umum KONI Jatim M. Nabil mengatakan, persiapan menuju PON XXII 2028 menjadi agenda utama organisasi olahraga tersebut. Fokus awal diarahkan kepada cabang olahraga yang selama ini menjadi penyumbang prestasi sekaligus berpeluang besar meraih medali.
“Kami sudah memiliki kesepakatan bersama untuk mempersiapkan Puslatda bagi cabang olahraga yang menjadi bagian penting kekuatan Jawa Timur menuju PON 2028,” ujar Nabil, Rabu (24/6/2026).
Selain memperkuat persiapan di tingkat provinsi, KONI Jatim juga mulai mendorong kabupaten dan kota untuk membangun sistem pembinaan atlet secara lebih terstruktur. Seluruh daerah diminta segera membentuk Pemusatan Latihan Cabang (Puslatcab) guna menyiapkan atlet menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
Menurut Nabil, Porprov kini memiliki peran strategis sebagai ajang seleksi dan pemetaan atlet potensial yang akan menjadi tulang punggung Jawa Timur di tingkat nasional.
“Daerah harus mulai mempersiapkan Puslatcab masing-masing agar atlet-atlet mereka mampu mencapai prestasi terbaik pada Porprov nanti,” tegasnya.
Dalam Rakerda tersebut, KONI Jatim juga membahas rencana penambahan jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan pada Porprov. Jumlah cabang olahraga direncanakan meningkat menjadi 71 cabor.
Penambahan itu dilakukan untuk mengakomodasi perkembangan cabang olahraga baru, khususnya yang memiliki keterkaitan dengan Olympic Games.
Selain itu, sejumlah cabang olahraga yang tengah berkembang pesat di Jawa Timur maupun Indonesia juga berpeluang masuk dalam daftar pertandingan.
Kebijakan tersebut dinilai penting untuk memperluas basis pembinaan atlet sekaligus menjaga regenerasi prestasi olahraga Jawa Timur yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utama Indonesia.
Di sisi lain, KONI Jatim juga memastikan kesiapan kontingen menghadapi dua agenda nasional pada 2026, yakni PON Bela Diri II di Sulawesi Utara serta PON Pantai yang akan digelar di Ancol, Jakarta, pada November mendatang.
Terkait pelaksanaan PON XXII 2028, Nabil mengungkapkan bahwa sejumlah cabang olahraga yang tidak memungkinkan dipertandingkan di NTT maupun NTB akan dipindahkan ke Jakarta.
“Sudah diputuskan, venue yang tidak ada di NTT-NTB akan dipindahkan ke Jakarta,” tandasnya. (*/Dap/A1)

Tinggalkan Balasan