Bicaraindonesia.id, Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menargetkan pelaksanaan soft launching revitalisasi eks Hi-Tech Mall pada 5 Juli 2026. Bangunan yang sebelumnya dikenal sebagai pusat perdagangan elektronik tersebut kini tengah bertransformasi menjadi ruang baru yang lebih dinamis untuk mendukung pertumbuhan UMKM, industri kreatif, komunitas, dan generasi muda.
Pada tahap awal, area yang akan dibuka meliputi basement dan lantai dasar. Sejumlah tenant food and beverage (F&B), pelaku usaha custom motor dan mobil, serta komunitas kreatif lokal akan mulai beroperasi sebagai bagian dari upaya menghidupkan kembali kawasan tersebut.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan pembukaan tahap pertama menjadi langkah awal untuk memperkenalkan wajah baru Hi-Tech Mall sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi dari area bawah gedung.
“Insyaallah pada 5 Juli kami lakukan soft launching. Yang dibuka lebih dulu adalah lantai basement dan lantai dasar dengan menghadirkan brand lokal Surabaya, tenant F&B, pelaku custom, serta industri kreatif. Kami ingin memperkenalkan wajah baru High Tech Mal dan menggerakkan aktivitas dari bawah terlebih dahulu,” ujar Eri saat meninjau progres revitalisasi eks Hi-Tech Mall, Rabu (24/6/2026).
Revitalisasi tersebut tidak hanya menghadirkan ruang usaha baru bagi pelaku ekonomi kreatif, tetapi juga disiapkan sebagai pusat aktivitas masyarakat. Pemkot Surabaya saat ini juga tengah menuntaskan pembangunan gedung pertemuan berkapasitas sekitar 3.500 meter persegi yang ditargetkan rampung pada Agustus mendatang.
Fasilitas tersebut dirancang untuk mendukung berbagai kegiatan, mulai dari pameran hingga penyelenggaraan acara dalam ruangan.
“Gedung pertemuan ini insyaallah selesai pada Agustus. Luasnya sekitar 3.500 meter persegi sehingga bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan indoor, termasuk acara mantenan (pernikahan),” kata dia.
Ke depan, pengembangan kawasan Hi-Tech Mall akan dilakukan secara bertahap. Lantai tiga dirancang sebagai ruang multifungsi yang mencakup gedung pertemuan, ruang pertunjukan bagi pelajar SD dan SMP, panggung seni untuk anak usia dini (PAUD), serta area bermain yang diharapkan menjadi wadah pengembangan kreativitas generasi muda.
Sementara itu, lantai satu dan lantai dua akan dikembangkan untuk menarik lebih banyak investor dengan menghadirkan berbagai fasilitas pendukung, seperti area e-sport, simulator mobil e-sport, dan ruang kolaborasi kreatif.
Konsep tersebut disiapkan agar Hi-Tech Mall tidak hanya menjadi pusat aktivitas ekonomi, tetapi juga ruang berkumpul dan berkreasi bagi anak muda Surabaya.
“Kami ingin kawasan ini benar-benar menjadi ruang bagi anak muda. Jika memiliki bakat di bidang e-sport maupun kreativitas lainnya, diharapkan dapat berkembang menjadi prestasi, bukan sekadar hobi,” katanya.
Eri menyebut, komunitas maupun investor saat ini mulai berdatangan dan melihat langsung perubahan yang terjadi di kawasan eks Hi-Tech Mall.
“Setelah soft launching pada 5 Juli, kami juga akan mengundang lebih banyak investor dari luar Surabaya yang insyaallah telah menyatakan minat untuk berinvestasi di sini,” ungkapnya.
Di waktu yang sama, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya, Iman Kristian mengatakan, progres penataan area basement telah mencapai sekitar 90 persen. Saat ini, pekerjaan yang tersisa berupa penyelesaian detail akhir dan pembersihan area menjelang pembukaan resmi.
“Basement akan menjadi pusat industri kreatif, komunitas custom, serta berbagai aktivitas anak-anak dan remaja. Saat soft launching nanti, fokus operasional memang masih di area bawah, sementara lantai lainnya menyusul setelah proses penataan selesai,” kata Iman.
Ia menjelaskan, pada tahap awal hanya area lantai dasar dan basement yang dibuka untuk umum. Pengembangan lantai lainnya akan dilakukan secara bertahap hingga akhir tahun.
Lantai dasar tetap diisi tenant komersial yang telah beroperasi, khususnya sektor komputer, serta dilengkapi koridor industri kreatif di sisi sayap utara.
Sementara lantai satu disiapkan untuk pelaku industri kreatif, lantai dua direncanakan menjadi area perkantoran Pemkot Surabaya, dan lantai tiga akan difungsikan sebagai gedung pertemuan sekaligus ruang kegiatan di sisi sayap selatan.
Minat pelaku usaha terhadap konsep baru Hi-Tech Mall juga mulai terlihat. Hingga saat ini, sekitar 18 tenant F&B dipastikan bergabung, sementara sekitar 30 tenant industri kreatif telah mengisi seluruh ruang yang disediakan pada tahap awal.
“Antusiasme pelaku usaha terhadap konsep baru tersebut juga mulai terlihat. Hingga kini, sekitar 18 tenant F&B dipastikan bergabung, sementara sekitar 30 tenant industri kreatif telah mengisi seluruh ruang yang disediakan pada tahap awal,” jelasnya.
Pemkot Surabaya juga masih membuka peluang bagi pelaku usaha maupun komunitas yang ingin bergabung melalui koordinasi dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Surabaya.
Untuk memeriahkan pembukaan perdana tersebut, berbagai hiburan dan kegiatan telah disiapkan, termasuk pertunjukan musik dan sejumlah atraksi lainnya.
“Soft launching pada 5 Juli mendatang, Pemkot Surabaya juga menyiapkan berbagai hiburan dan kegiatan untuk memeriahkan acara, termasuk penampilan musik dan sejumlah atraksi lainnya,” tutup Iman. (*/Pr/C1)

Tinggalkan Balasan