Bicaraindonesia.id, Aceh Tamiang – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyalurkan bantuan stimulan perbaikan rumah rusak ringan dan rusak sedang tahap ketiga kepada 4.400 Kepala Keluarga (KK) terdampak bencana hidrometeorologi akibat Siklon Senyar di Kabupaten Aceh Tamiang.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, kepada perwakilan masyarakat di Gedung Olahraga Aceh Tamiang, Kecamatan Karang Baru, Senin (22/6/2026).

Pada tahap ketiga termin pertama ini, total bantuan yang disalurkan mencapai Rp93,7 miliar. Rinciannya, sebesar Rp38,2 miliar diberikan kepada 2.550 KK pemilik rumah kategori rusak ringan, sedangkan Rp55,5 miliar dialokasikan untuk 1.850 KK yang rumahnya mengalami kerusakan sedang.

Kepala BNPB menjelaskan, bantuan tersebut merupakan bagian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang terus dilaksanakan pemerintah melalui BNPB. Program pemulihan tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat kembali menempati hunian yang layak dan aman.

Baca Juga:  BNPB Catat 47 Korban Meninggal akibat Gempa M7,7 NTT

“Bapak dan Ibu sekalian merupakan perwakilan dari 4.400 KK yang akan menerima bantuan perbaikan rumah rusak ringan dan sedang, saya meminta untuk digunakan sesuai ketentuan dan peruntukannya saat dana ini diserahkan kepada Bapak dan Ibu, yaitu untuk perbaikan rumah bukan yang lain,” ujar Kepala BNPB.

Suharyanto menegaskan, pemerintah akan melanjutkan penyaluran bantuan perbaikan rumah pada tahap berikutnya setelah dana yang telah diterima masyarakat dimanfaatkan sesuai peruntukannya.

Karena itu, ia mengimbau para penerima bantuan agar menggunakan dana tersebut secara tepat dan bertanggung jawab sehingga proses pemulihan dapat berjalan lancar dan penyaluran tahap selanjutnya dapat segera dilakukan.

“Apabila bantuan yang disalurkan pada Juni ini telah selesai dimanfaatkan seluruhnya, maka pada Juli mendatang kami akan menyalurkan bantuan tahap berikutnya. Karena itu, kami berharap bantuan yang diterima dapat segera digunakan. Bapak dan Ibu memiliki tanggung jawab untuk memanfaatkannya dengan baik, mengingat masih ada masyarakat lain yang menantikan bantuan pada tahap selanjutnya,” ujar Suharyanto.

Baca Juga:  BNPB Catat 47 Korban Meninggal akibat Gempa M7,7 NTT

Sebelumnya, BNPB telah menyalurkan bantuan perbaikan rumah dalam dua tahap. Pada tahap pertama, bantuan sebesar Rp42 miliar diberikan kepada 2.804 KK pemilik rumah kategori rusak ringan dan Rp70,1 miliar kepada 2.337 KK dengan rumah rusak sedang.

Kemudian pada tahap kedua, BNPB menyalurkan Rp35 miliar untuk 2.336 KK pemilik rumah rusak ringan serta Rp51,6 miliar bagi 1.722 KK dengan kategori rumah rusak sedang.

Melalui penyaluran bantuan tersebut, pemerintah berharap masyarakat Aceh Tamiang dapat lebih cepat pulih dari dampak banjir yang melanda wilayah itu pada November 2025.

Baca Juga:  BNPB Catat 47 Korban Meninggal akibat Gempa M7,7 NTT

Ketersediaan hunian yang aman dan layak diharapkan mampu mendukung pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di tengah proses rehabilitasi dan rekonstruksi yang masih berlangsung.

Suharyanto menegaskan pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas penanganan dan pemulihan pascabencana. Berbagai tantangan dan keterbatasan yang dihadapi menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kinerja ke depan.

“Kami menyadari masih terdapat berbagai kekurangan yang perlu dibenahi. Namun, kami memiliki komitmen kuat untuk terus memperbaiki dan memberikan bantuan terbaik bagi masyarakat. Alhamdulillah, upaya yang dilakukan telah menunjukkan hasil yang nyata jika dibandingkan dengan kondisi tujuh bulan yang lalu,” tutup Suharyanto. (*/Sp/A1)