




Bicaraindonesia.id – Unsur-unsur Komando Armada II (Koarmada II) yang tergabung dalam Latihan Bersama (Latma) Malindo Jaya 28 AB/26 melaksanakan tahapan Sea Phase di Perairan Laut Jawa, Jumat (19/6/2026).
Manuver lapangan tersebut menjadi puncak rangkaian latihan bersama antara TNI Angkatan Laut (TNI AL) dan Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) yang bertujuan meningkatkan kerja sama taktis, profesionalisme prajurit, serta memperkuat keamanan maritim kedua negara.
Dalam pelaksanaannya, Koarmada II mengerahkan KRI Sultan Iskandar Muda-367 dari Satuan Kapal Eskorta, KRI Tombak-629 dari Satuan Kapal Cepat, Heli Bell HU-4205 dari Pusat Penerbangan Angkatan Laut, serta Tim Visit, Board, Search and Seizure (VBSS) Satkopaska.
Sementara itu, TLDM melibatkan KD Rencong, KD Selangor, serta satu tim Pasukan Khas Laut (PASKAL).
Berbagai serial latihan digelar dalam Sea Phase tersebut. Kegiatan diawali dengan Departure and Pilotage serta Officer of the Watch Maneuvering Exercise (OOW MANEX)* untuk mengasah kemampuan olah gerak kapal dan meningkatkan koordinasi antarsatuan di laut.
Selain itu, unsur-unsur latihan juga melaksanakan Photo Exercise (PHOTEX) dan Screen Exercise (SCREENEX) sebagai bagian dari peningkatan kemampuan operasi taktis bersama.
Latihan kemudian dilanjutkan dengan Gunnery Exercise (GUNNEX), Publication Exercise (PUBEX), serta Vertical Replenishment (VERTREP) yang melibatkan kerja sama antara kapal perang dan helikopter.
Rangkaian latihan tersebut dirancang untuk meningkatkan interoperabilitas, kerja sama taktis, dan kesiapan operasional kedua angkatan laut dalam menghadapi berbagai tantangan serta ancaman keamanan maritim di kawasan.
Sea Phase juga mencakup Replenishment at Sea Approach (RASAP) dan Boarding Exercise (BOARDEX) yang melibatkan personel pasukan khusus dari Satkopaska Koarmada II dan PASKAL TLDM.
Melalui pelaksanaan Sea Phase Latma Malindo Jaya 28 AB/26, diharapkan hubungan persahabatan, profesionalisme, dan kerja sama strategis antara TNI AL dan TLDM semakin erat dalam menjaga keamanan, stabilitas, serta keselamatan maritim di kawasan. (*/Pen2/A1)

Tinggalkan Balasan