Bicaraindonesia.id, Surabaya – EastFood Indonesia Expo (IIFEX) 2026 resmi digelar di Grand City Convention Hall Surabaya pada 18-21 Juni 2026. Pameran dagang Business-to-Business (B2B) berskala internasional ini mempertemukan pelaku industri makanan dan minuman, investor, distributor, hingga buyer internasional untuk membuka peluang kerja sama bisnis dan ekspor produk Indonesia.
Gelaran yang menjadi salah satu pameran makanan dan minuman terbesar di Jawa Timur ini menghadirkan lebih dari 180 peserta pameran dari dalam dan luar negeri. Kehadiran para pelaku industri tersebut memperkuat posisi Surabaya sebagai pusat perdagangan dan distribusi utama di Indonesia bagian timur.
IIFEX 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi produk, tetapi juga menjadi ruang pengembangan bisnis melalui pertemuan antara produsen, distributor, importir, investor, dan calon pembeli dari berbagai negara.
Sebanyak 30 UMKM binaan terpilih turut mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan produk mereka kepada jaringan bisnis yang lebih luas, baik pasar nasional maupun internasional.
Chief Executive Officer Krista Exhibitions, Daud D. Salim, mengatakan IIFEX 2026 dirancang sebagai wadah yang mempertemukan pelaku industri makanan dan minuman dari berbagai negara untuk menciptakan kolaborasi dan peluang bisnis baru.
“Kami berharap EastFood Indonesia Expo 2026 dapat menjadi katalis bagi pertumbuhan industri, memperluas jaringan bisnis, dan membuka akses pasar yang lebih besar bagi pelaku usaha nasional maupun internasional,” ujar Daud D. Salim dalam keterangannya dikutip pada Jumat (19/6/2026).
Selain pameran produk, IIFEX 2026 juga menghadirkan berbagai kegiatan pendukung, salah satunya Bakat Boga Challenge 2026 yang mempertemukan talenta kuliner dari berbagai daerah di Indonesia.
Kompetisi tersebut menghadirkan sejumlah kategori, mulai dari Lapis Surabaya dan Bolu Gulung Keju, Traditional Jajanan Pasar, Western Seafood Spaghetti & Chicken Main Course, hingga The Best Risoles dan Classic Chiffon Cake.
Penilaian dilakukan berdasarkan cita rasa, teknik pengolahan, kreativitas, kebersihan, dan kualitas penyajian.
Pameran ini juga menghadirkan sesi Cooking Demo dan Baking Demo bersama chef profesional serta perusahaan sektor makanan dan minuman untuk memberikan edukasi terkait tren industri, inovasi produk, dan teknologi pangan.
Sektor kopi turut menjadi bagian dari rangkaian acara melalui Indonesia Coffee Art Battle (ICAB) Program tersebut menghadirkan workshop dan talkshow bersama praktisi serta pakar kopi nasional yang membahas perkembangan bisnis kopi, kualitas produk, hingga peluang pasar.
IIFEX 2026 juga mengedepankan penciptaan transaksi bisnis melalui program Business Matching dan Hosted Buyer Program. Program tersebut mempertemukan peserta pameran dengan distributor, importir, investor, dan buyer potensial melalui agenda pertemuan bisnis terjadwal.
Melalui kegiatan tersebut, IIFEX 2026 diharapkan dapat memperluas jaringan perdagangan internasional serta meningkatkan nilai transaksi dan ekspor produk makanan, minuman, serta industri pendukung dari Indonesia.
Penyelenggaraan IIFEX 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat industri pangan nasional di tengah persaingan pasar global, dengan Jawa Timur dan Surabaya sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri makanan dan minuman Indonesia. (*/Dap/A1)

Tinggalkan Balasan