Bicaraindonesia.id, Jakarta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia resmi memiliki laboratorium uji kontaminasi radioaktif produk perikanan yang berlokasi di Cipayung, Jakarta Timur.

Kehadiran laboratorium tersebut diharapkan memperkuat jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan Indonesia sekaligus mendukung kelancaran ekspor ke pasar internasional, khususnya Amerika Serikat (AS).

Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP), Ishartini, mengatakan laboratorium Balai Uji Standar Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BUSPM) di bawah KKP telah mengantongi akreditasi ISO 17025 serta sejumlah pengakuan internasional.

Baca Juga:  KKP Susun Skema Solar Murah bagi Kapal Perikanan 30-200 GT

“Selain itu juga mendapatkan persetujuan BAPETEN selaku Nuclear Supervision Authority, serta memperoleh approval US FDA untuk melakukan uji beberapa parameter radioaktif termasuk Cs-137,” ujar Ishartini dalam siaran persnya di Jakarta dikutip pada Rabu (17/6/2026).

Menurut dia, laboratorium pengujian kontaminasi Cs-137 tersebut dibangun secara khusus untuk mendukung daya saing dan meningkatkan keberterimaan produk perikanan Indonesia di pasar global. Fasilitas ini juga menjadi bagian dari upaya memenuhi persyaratan ekspor yang semakin ketat, terutama untuk komoditas udang yang dipasarkan ke Amerika Serikat.

Baca Juga:  KKP Susun Skema Solar Murah bagi Kapal Perikanan 30-200 GT

“Lab BUSPM bisa menguji parameter mutu dan keamanan pangan baik bakteri, virus, kimia, logam berat, residu dan sekarang ditambah parameter radionuklida pangan asal ikan,” katanya.

Ishartini menambahkan, laboratorium BUSPM menjadi satu-satunya laboratorium pengujian radioaktif produk perikanan di Indonesia dan yang pertama di kawasan Asia Tenggara. Keberadaan fasilitas tersebut dinilai akan memperkuat sistem jaminan mutu hasil perikanan nasional.

“Hasil uji lab bisa dipakai mengurus SMKHP (Sertifikat Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan-red) sebagai persyaratan ekspor di beberapa negara bersyarat bebas radioaktif misalnya Amerika Serikat,” tutup Ishartini.

Baca Juga:  KKP Susun Skema Solar Murah bagi Kapal Perikanan 30-200 GT

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan Indonesia memiliki kemampuan untuk menyelenggarakan sertifikasi bebas Cs-137 guna memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh US FDA.

Data KKP mencatat, sejak 31 Oktober 2025 hingga 11 Juni 2026, pemerintah telah mengawal ekspor udang ke Amerika Serikat sebanyak 4.072 kontainer. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.370 kontainer telah masuk ke pasar AS dengan volume mencapai 51.607 ton dan nilai ekspor sebesar Rp8,78 triliun. (*/Pr/A1)