Bicaraindonesia.id, Jakarta Pemerintah melakukan penyesuaian tunjangan guru sekaligus memperluas program peningkatan kompetensi melalui beasiswa pendidikan. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan dan kualitas tenaga pendidik di Indonesia.

Hal itu disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, dalam keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

“Tunjangan guru sekali lagi sudah dinaikkan dari yang guru non-ASN, tunjangannya dinaikkan dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta, dan kemudian guru ASN tunjangannya sebesar gaji pokok,” jelas Abdul Mu’ti dalam keterangan persnya dikutip pada Senin (15/6/2026).

Baca Juga:  MPLS Ramah di SDN Srengseng Sawah 15 Berjalan Aman

Selain kenaikan tunjangan, pemerintah menerapkan mekanisme baru dalam penyalurannya. Skema tersebut memungkinkan dana tunjangan diterima langsung oleh guru tanpa melalui proses birokrasi yang panjang.

Menurut Abdul Mu’ti, kebijakan itu merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menyederhanakan tata kelola layanan sekaligus memastikan manfaat tunjangan dapat diterima secara optimal oleh para guru.

“Ini menunjukkan komitmen Bapak Presiden untuk bagaimana proses birokrasi yang tidak birokratis dan agar guru dapat mendapatkan manfaat langsung dari transfer tunjangan yang ke rekening guru setiap bulan,” ungkapnya.

Baca Juga:  79 Talenta Indonesia Siap Berlaga di 14 Kompetisi Internasional 2026

Tak hanya fokus pada kesejahteraan, pemerintah juga melanjutkan program peningkatan kualitas tenaga pendidik melalui pemberian beasiswa bagi guru yang belum memiliki kualifikasi pendidikan D4 atau S1.

Abdul Mu’ti menjelaskan program tersebut dijalankan melalui sistem Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Pada 2025, pemerintah mengalokasikan beasiswa bagi 12.500 guru dengan bantuan sebesar Rp3 juta per semester.

“Tahun 2025 kami mengalokasikan biasiswa untuk 12.500 guru yang belum D4 atau S1 dengan beasiswa 3 juta per semester. Program ini sudah berjalan dengan sistem RPL, sudah masuk semester kedua, dan insyaallah sebagian akan bisa diwisuda pada tahun ini,” paparnya.

Baca Juga:  79 Talenta Indonesia Siap Berlaga di 14 Kompetisi Internasional 2026

Program beasiswa itu akan diperluas pada 2026 dengan target mencapai 150.000 guru. Nilai bantuan yang diberikan tetap sebesar Rp3 juta per semester.

“Dan sekarang masih proses pendaftaran, karena kami masih terus menunggu para guru untuk dapat mengikuti program ini. Itu yang berkaitan dengan kesejahteraan guru dan peningkatan kualitas guru,” tutupnya. (*/BPMI/A1)