Bicaraindonesia.id, Ponorogo – Ratusan pecinta Vespa dari berbagai daerah mengikuti kegiatan Vespa Kultural yang menjadi bagian dari rangkaian Grebeg Suro 2026 di Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, Sabtu (13/6/2026).

Para vespisti memadati kawasan depan Paseban Alun-Alun Ponorogo dan memarkir kendaraan kesayangannya sebelum mengikuti kegiatan touring.

Peserta tidak hanya berasal dari Ponorogo, tetapi juga datang dari sejumlah daerah lain di Jawa Timur dan luar provinsi. Kegiatan ini menjadi salah satu atraksi yang mewarnai perayaan budaya tahunan Grebeg Suro.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo Lisdyarita mendapat kehormatan melepas rombongan touring Vespa yang bergerak menuju Monumen Reog Ponorogo di Kecamatan Sampung.

Baca Juga:  Residivis Surabaya Edarkan Sabu dan Ekstasi demi Tambah Penghasilan

Lisdyarita, yang akrab disapa Bunda Lis menilai Grebeg Suro memiliki kedekatan dengan komunitas otomotif.

“Grebeg Suro sebagai peristiwa budaya mampu mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang dalam satu kebersamaan,” katanya.

Menurut Bunda Lis, Vespa saat ini tidak hanya berfungsi sebagai alat transportasi, tetapi telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup, baik secara individu maupun komunitas. Kehadiran Vespa Kultural dinilai memberikan nuansa berbeda dalam pelaksanaan Grebeg Suro 2026.

“Sekaligus menjadi sarana promosi budaya dan pariwisata daerah yang efektif,” terangnya.

Baca Juga:  Khofifah Luncurkan Gernas Rana, Sekolah Harus Bebas Kekerasan

Sementara itu, Ketua Panitia Vespa Kultural Bakhtiar Sunarko berharap kegiatan tersebut dapat menjadi agenda rutin dalam setiap penyelenggaraan Grebeg Suro.

Ia menilai keberadaan Vespa sebagai kendaraan klasik yang telah berusia puluhan tahun turut menjaga memori kolektif masyarakat terhadap nilai-nilai budaya.

“Vespa menjelma sebagai simbol persaudaraan yang melintasi batas usia, profesi, dan wilayah,” ungkap Bakhtiar.

Bakhtiar menyebut peserta Vespa Kultural datang dari berbagai daerah, di antaranya Yogyakarta, Bojonegoro, Madiun, Tulungagung, Surabaya, serta sejumlah kota lainnya. Antusiasme peserta terlihat dari kebersamaan para vespisti yang membaur tanpa sekat selama kegiatan berlangsung.

Baca Juga:  Selam Masuk Popda Jatim, Regenerasi Atlet Juara PON Dimulai

Hingga malam hari, iring-iringan motor Vespa masih terlihat melintas di jalur menuju Monumen Reog Ponorogo. Menurut Bakhtiar, kegiatan tersebut tidak hanya mempererat hubungan antarkomunitas, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan budaya Ponorogo kepada masyarakat yang lebih luas.

“Grebeg Suro mempertemukan komunitas Vespa dari berbagai daerah, sekaligus mengenalkan budaya Ponorogo kepada khalayak yang lebih luas,” tutupnya. (*/Kom/C1)