Bicaraindonesia.id, Surabaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) dan Saint Petersburg, Federasi Rusia, memperkuat peluang kerja sama strategis di bidang industri perkapalan, pendidikan, riset, teknologi, hingga kesehatan.

Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dengan Delegasi Saint Petersburg yang dipimpin Ketua Majelis Legislatif Saint Petersburg Alexander N. Belskiy di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (12/6/2026).

Pertemuan itu turut dihadiri Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Bambang Pramujati, jajaran perangkat daerah Pemprov Jatim, serta perwakilan industri perkapalan. Kunjungan tersebut menjadi langkah awal untuk memperluas kolaborasi internasional yang dinilai mampu mendukung pengembangan ekonomi dan teknologi di Jawa Timur.

Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa kerja sama yang akan dijajaki ke depan difokuskan pada sektor industri perkapalan dan kesehatan, mengingat kedua bidang tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan bersama.

“Kami mengapresiasi komitmen yang dibangun untuk memperkuat hubungan dan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara Jawa Timur dan Saint Petersburg,” ujar Khofifah dalam keterangan tertulis dikutip pada Minggu (14/6/2026).

Baca Juga:  Jatim Percepat Swasembada Gula Lewat 54.897 Hektare Tebu

Menurutnya, ITS memiliki peran penting dalam memfasilitasi kerja sama tersebut, khususnya dalam pengembangan pendidikan, riset, inovasi, teknologi, dan industri kapal cepat.

“Yang memiliki kemampuan Sumber Daya Manusia, dan kemampuan untuk melakukan research and development memang Perguruan Tinggi. Sehingga sinergi bersama ITS, Perguruan Tinggi yang sangat kuat dibidang kemampuan teknologinya ini menjadi sangat penting bagi Jatim dan Indonesia secara keseluruhan,” ungkapnya.

Khofifah menilai posisi Saint Petersburg sebagai kota pelabuhan utama Rusia sangat relevan dengan kekuatan Jawa Timur dan ITS dalam sektor maritim.

Kolaborasi pada bidang transportasi laut, logistik, teknologi pelabuhan, hingga ekonomi maritim diyakini dapat membuka peluang baru bagi kedua wilayah.

Ia menjelaskan bahwa Saint Petersburg memiliki teknologi dan industri perkapalan yang maju, sementara Jawa Timur berperan sebagai hub logistik nasional yang menghubungkan Indonesia bagian barat dan timur.

“Teknologi dan industri perkapalan di Saint Petersburg sangat maju dan Jatim menjadi bagian penghubung antara Indonesia Barat dan Timur, hub nya di Jatim. Maka di Indonesia ada 41 jalur tol laut, 24 nya dari Jatim. Jadi Jatim ini memberikan kontribusi yang sangat besar bagi nasional,” tambahnya.

Baca Juga:  Residivis Surabaya Edarkan Sabu dan Ekstasi demi Tambah Penghasilan

Khofifah menegaskan kerja sama yang mencakup penguatan teknologi digital, penelitian, pendidikan, dan industri menjadi kebutuhan penting untuk mendukung perkembangan Jawa Timur ke depan.

Selain sektor maritim, Pemprov Jatim juga mendorong kerja sama di bidang kesehatan, khususnya pengembangan layanan kanker atau *cancer center*. Menurut Khofifah, Saint Petersburg memiliki pusat layanan kanker yang maju dan dapat menjadi referensi bagi pengembangan fasilitas kesehatan di Jawa Timur.

“Saat ini cancer center di Saint Petersburg sangat maju, dan bagi kita sangat penting untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Jatim ingin melakukan kerjasama secara lebih khusus untuk menyiapkan cancer center,” terangnya.

Ia menambahkan bahwa Jawa Timur memiliki rumah sakit milik pemerintah provinsi yang besar sehingga peluang pengembangan layanan kesehatan sangat terbuka.

“Mudah-mudahan bisa ditindaklanjuti, apalagi Rumah Sakit terbesar itu di Jatim dan itu milik Pemprov. Maka kita banyak melakukan pengembangan di bidang kesehatan,” katanya.

Baca Juga:  Khofifah Luncurkan Gernas Rana, Sekolah Harus Bebas Kekerasan

Di akhir pertemuan, Khofifah berharap hubungan antara Jawa Timur dan Saint Petersburg dapat berkembang menjadi kemitraan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua wilayah.

“Terima kasih, mudah-mudahan bisa dilanjutkan untuk kerjasama berikutnya. Kami akan koordinasi dengan Kemenlu dan Kemendagri untuk tindak lanjut dari kerjasama yang bisa kita lakukan setelah pertemuan ini,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Legislatif Saint Petersburg Alexander N. Belskiy menyambut positif peluang kerja sama dengan Jawa Timur. Ia menilai hubungan Indonesia dan Federasi Rusia memiliki prospek besar untuk terus diperkuat melalui berbagai program kemitraan strategis.

“Kami senang sekali atas kerjasama Indonesia dengan Federasi Rusia. Kami memberikan perhatian khusus peluang kerjasama kemitraan strategis Saint Petersburg dengan Jawa Timur dibidang industri perkapalan hingga kesehatan,” kata Alexander.

“Potensi kerjasama antara Saint Petersburg dan Pemprov Jatim sangat besar. Kami harap bisa menjadi mitra bersama yang produktif, inovatif, dan berdampak langsung,” pungkasnya. (*/Pr/C1)