Bicaraindonesia.id, Surabaya – Kontingen Reog Surabaya yang tergabung dalam Perkumpulan Unit-Unit Reog Kota Surabaya (Purbaya) siap berlaga pada Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI Tahun 2026 di Kabupaten Ponorogo.
Dalam ajang yang menjadi bagian dari perayaan Grebeg Suro 2026 tersebut, tim yang mewakili Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan bersaing memperebutkan Piala Presiden.
Keberangkatan kontingen dilepas oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Surabaya, Muhamad Fikser, di Sekretariat Purbaya, Rungkut Asri Barat, Surabaya, Jumat (12/6/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Fikser menyampaikan dukungan penuh Pemkot Surabaya kepada kontingen Reog yang akan membawa nama Kota Pahlawan di tingkat nasional. Menurutnya, Pemkot Surabaya terus berkomitmen menjaga dan melestarikan budaya daerah, termasuk kesenian Reog.
“Alhamdulillah ini kegiatan dari tahun ke tahun pasti tim Reog Surabaya ikuti. Pak Wali Kota (Eri Cahyadi) menitipkan pesan kepada tim Reog Surabaya, beliau berharap kalau juara satu dapat bonus dari beliau Rp100 juta,” kata Fikser dalam siaran tertulis dikutip pada Jumat (12/6/2026).
Selain bonus bagi juara pertama, Fikser menuturkan bahwa Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi juga menyiapkan apresiasi untuk kontingen yang mampu meraih posisi tiga besar.
“Masuk tiga besar, dapat bonus dari beliau (wali kota) Rp50 juta. Dari Abah Heru (Pembina Purbaya) sendiri masuk lima besar dapat bonus Rp50 juta,” ujarnya.
Fikser berharap dukungan tersebut dapat menjadi motivasi bagi para seniman Reog Surabaya yang telah menjalani persiapan panjang menjelang kompetisi.
“Pemerintah kota, Pak Wali Kota, sangat konsisten terhadap budaya daerah. Mudah-mudahan niat baik, kerja keras, bagaimana perhatian dan kesiapan dari tim yang luar biasa bisa membawa nama baik Surabaya pada festival kali ini,” tuturnya.
Ia juga mengungkapkan sekitar 57 unit Reog di Surabaya tergabung dalam Purbaya. Menurutnya, organisasi tersebut memiliki peran penting dalam menjaga eksistensi kesenian Reog di Kota Surabaya.
“Kami pemerintah kota terima kasih kepada tokoh Reog yang ada di Surabaya yang kemudian mewadahi kegiatan ini,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan seni budaya, Pemkot Surabaya berencana menyediakan fasilitas latihan bagi para pelaku seni Reog.
“Tadi saya juga bicara dengan Pak Camat, kita akan memfasilitasi di gedung serbaguna milik pemerintah kota di MERR, yang mana itu bisa dipakai secara rutin untuk pelatihan,” ujar Fikser.
Menurutnya, Reog selama ini menjadi salah satu kesenian yang selalu ditampilkan dalam berbagai kegiatan resmi pemerintah sebagai upaya pelestarian budaya.
“Ini bentuk menjaga budaya dan seni dari Reog. Jadi pemerintah kota di setiap acara apapun itu Reog itu selalu menjadi tampilan seni utama, yang kemudian diberikan kesempatan untuk Reog itu bisa dimunculkan,”* katanya.
Sementara itu, Pembina sekaligus Penasehat Purbaya, Heru Sancoko, menegaskan FNRP merupakan ajang bergengsi karena memperebutkan Piala Presiden.
“Jadi ini adalah event dari Ponorogo (memperebutkan) Piala Presiden, bukan Piala Bupati, bukan Piala Wali. Jadi yang kita perebutkan ini adalah Piala Presiden,” kata Heru.
Untuk menghadapi FNRP XXXI, Purbaya telah melakukan persiapan selama sekitar dua setengah bulan dengan melibatkan pelatih berpengalaman dari sejumlah daerah.
“Kita berproses (latihan) itu sudah 2 bulan setengah. Semoga ini adalah penampilan dari Purboyo yang terbaik, mewakili Pemerintah Kota Surabaya,” ungkapnya.
“Perkumpulan unit-unit reog yang ada di Surabaya, semua kita didik, kita ambil mana yang berpotensi bagus. Kita mendatangkan pelatih dari Solo, Mojokerto, dari Magetan juga yang notabene mereka adalah pakar-pakarnya,” tutur Heru.
Selain mendatangkan pelatih, pihaknya juga menghadirkan juri untuk memberikan evaluasi selama proses latihan.
“Jadi setiap kita latihan kita mohon dievaluasi apa yang kurang, apa yang kurang. Semoga penampilan ini adalah yang terbaik yang selama ini di Surabaya,” katanya.
Menjelang penampilan di Ponorogo, Heru meminta seluruh anggota kontingen menjaga kondisi fisik dan mental agar dapat tampil maksimal.
“Tolong besok tampilkan yang terbaik untuk Surabaya. Sekali lagi, semangat, Ojo Kendor, tunjukkan kemampuanmu, tunjukkan prestasimu, besok penampilan pertama, jaga semuanya, tunjukkan yang terbaik untuk Surabaya,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI Tahun 2026 diikuti 32 kontingen dari berbagai daerah di Indonesia. Kompetisi berlangsung di Panggung Utama Alun-Alun Ponorogo dalam rangkaian Grebeg Suro 2026.
Kontingen Purbaya yang mewakili Pemkot Surabaya mendapat nomor urut 17 dan dijadwalkan tampil pada Sabtu (13/6/2026) malam. (*/Pr/C1)

Tinggalkan Balasan