Bicaraindonesia.id, Pasuruan – Modern Pentathlon Indonesia (MPI) Jawa Timur terus memperkuat jaringan pembinaan atlet di daerah. Terbaru, Kota Pasuruan resmi menjadi Pengurus Kota (Pengkot) ke-19 yang bergabung dalam kepengurusan MPI Jawa Timur.
Bergabungnya Kota Pasuruan menjadi bagian dari upaya MPI Jatim memperluas pembinaan dan memperbanyak kantong-kantong atlet guna meningkatkan prestasi modern pentathlon hingga level internasional.
Ketua Umum Pengkot MPI Kota Pasuruan yang baru terpilih, Dwi Iriati, langsung memasang target ambisius meski modern pentathlon masih tergolong cabang olahraga baru di daerah tersebut. Ia menargetkan raihan medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur mendatang.
Menurut Dwi Iriati, kehadiran MPI membuka peluang bagi atlet dari berbagai cabang olahraga untuk beralih dan mengembangkan karier di modern pentathlon. Namun, ia mengakui tantangan terbesar saat ini adalah mencari atlet untuk nomor anggar dan menembak.
“Ini memang tantangan karena cabang olahraga baru. Tetapi banyak atlet di Pasuruan yang berpotensi beralih ke MPI. Yang cukup sulit tentu mencari atlet anggar dan menembak,” ujar Dwi dalam keterangan tertulis dikutip pada Rabu (10/6/2026).
Selain berorientasi pada prestasi olahraga, Dwi menilai modern pentathlon juga dapat menjadi jalur pengembangan masa depan atlet, termasuk dalam memperoleh kesempatan pendidikan melalui jalur prestasi.
“MPI bisa menjadi jembatan bagi atlet untuk mengejar pendidikan. Ketika atlet berprestasi, itu juga bisa membantu mereka dalam dunia pendidikan,” katanya.
Meski baru terbentuk, Pengkot MPI Kota Pasuruan langsung memfokuskan program kerja pada persiapan menghadapi Porprov Jawa Timur.
“Target terdekat tentu mempersiapkan Porprov. Setidaknya kami ingin bisa meraih medali emas,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Pengprov MPI Jawa Timur, Dwi Kistiono, menyebut bertambahnya kepengurusan di daerah akan memperkuat fondasi organisasi sekaligus memperluas proses pencarian atlet potensial.
“Kota Pasuruan menjadi Pengkot/Pengkab ke-19 di MPI Jawa Timur. Kami terus mengembangkan organisasi ini agar semakin besar. Dengan begitu, kami semakin mudah menemukan bibit-bibit atlet pentathlon,” ujar Dwi Kistiono.
Menurutnya, pengembangan organisasi di tingkat daerah merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun ekosistem pembinaan atlet yang mampu bersaing di level nasional hingga internasional.
Ia optimistis semakin banyak daerah yang mengembangkan modern pentathlon, semakin besar peluang Jawa Timur melahirkan atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia.
“Semakin banyak atlet pentathlon di Jawa Timur, semakin besar pula kesempatan untuk meraih prestasi di tingkat internasional,” katanya.
Dengan bergabungnya Kota Pasuruan sebagai Pengkot ke-19, MPI Jawa Timur terus memperluas basis pembinaan atlet di berbagai daerah.
Langkah ini diharapkan mampu mempercepat lahirnya atlet-atlet modern pentathlon berprestasi sekaligus memperkuat posisi Jawa Timur sebagai salah satu pusat pengembangan olahraga tersebut di Indonesia. (*/Dap/A1)

Tinggalkan Balasan