Bicaraindonesia.id, Surabaya – Di tengah keterbatasan fasilitas khusus untuk cabang olahraga modern pentathlon, Pengurus Provinsi Modern Pentathlon Indonesia (MPI) Jawa Timur mulai menyiapkan langkah mandiri untuk pembinaan atlet menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Ketua Umum Pengprov MPI Jawa Timur, Dwi Kistiono, membangun arena latihan bergaya Ninja Warrior di kawasan Jalan Raya Bringin Indah, Kelurahan Bringin, Kecamatan Sambikerep, Surabaya.
Fasilitas tersebut diproyeksikan menjadi pusat latihan atlet modern pentathlon Jawa Timur yang dipersiapkan menghadapi persaingan nasional pada PON 2028.
Keberadaan arena itu memang belum banyak diketahui masyarakat. Namun, lokasi yang berada di wilayah pinggiran Kota Surabaya tersebut kini menjadi tempat latihan rutin atlet-atlet MPI Jawa Timur.
“Ini memang saya niatkan untuk persiapan PON 2028, agar nantinya atlet-atlet Pentathlon Jawa Timur sangat siap,” kata Dwi Kistiono, Kamis (4/6/2026).
Arena yang mulai dibangun sejak 2025 itu dirancang untuk menunjang latihan nomor obstacle modern pentathlon yang kini menjadi salah satu disiplin penting dalam cabang olahraga tersebut.
Dengan ukuran sekitar 6 x 20 meter dan didominasi konstruksi besi, arena dilengkapi berbagai rintangan yang dirancang untuk mengasah kekuatan, kelincahan, serta daya tahan atlet.
Saat ini terdapat empat obstacle yang telah terpasang dan digunakan dalam latihan harian. Pengembangan fasilitas masih terus dilakukan dengan rencana penambahan dua rintangan baru agar simulasi latihan semakin mendekati kondisi pertandingan.
“Ini masih terpasang empat obstacle, namun nanti akan dipasang dua rintangan lagi di bagian tengah, karena di pertandingan nasional terkadang berbeda-beda tiap tantangannya,” ujarnya.
Dwi mengungkapkan, pembangunan arena dilakukan secara bertahap menggunakan dana pribadi. Ia juga terlibat langsung dalam proses perancangan hingga pengembangan fasilitas latihan tersebut.
“Ini saya buat sendiri, merancang sendiri. Cuma ada beberapa bagian yang mendapatkan masukan dari tim saya dan juga para atlet MPI Jatim,” jelasnya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, beberapa bagian arena masih dalam tahap penyempurnaan. Meski demikian, fasilitas yang tersedia dinilai sudah mampu mendukung kebutuhan dasar latihan atlet yang diproyeksikan tampil pada ajang nasional mendatang.
Bagi MPI Jawa Timur, arena latihan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian pembinaan atlet sekaligus memperkuat persiapan menuju PON 2028. Pengembangan fasilitas akan terus dilakukan menyesuaikan kebutuhan program latihan tim.
“Pelan-pelan, yang penting untuk kebutuhan latihan atlet terpenuhi. Ini memang direncanakan untuk puslatda mandiri PON 2028 mendatang,” tandasnya. (*/Dap/A1)

Tinggalkan Balasan