Bicaraindonesia.id, Jakarta – Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi menyiapkan layanan corridor gate untuk mempercepat proses kedatangan jemaah haji Indonesia yang kembali ke Tanah Air pada musim haji 1447 H/2026 M.
Melalui layanan ini, jemaah tidak perlu menjalani pemeriksaan keimigrasian konvensional maupun menggunakan autogate karena data keimigrasian telah diverifikasi sebelumnya.
Saat ini, fasilitas corridor gate telah tersedia di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Kehadiran layanan tersebut diharapkan dapat memangkas waktu tunggu jemaah setibanya di Indonesia.
Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, mengatakan pihaknya telah menyiapkan corridor gate di dua lokasi utama untuk melayani kepulangan jemaah asal Jakarta, Lampung, dan Jawa Timur.
“Kami siapkan corridor gate di dua lokasi. Yang pertama di (Bandara) Soekarno-Hatta untuk jemaah asal Jakarta dan Lampung, serta di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, untuk jemaah asal Jawa Timur. Jadi para jemaah begitu sampai di bandara, bawa barang, bisa langsung pulang,” ujar Hendarsam dalam keterangan tertulis dikutip Selasa (2/6/2026).
Hendarsam menegaskan penerapan corridor gate merupakan bagian dari transformasi layanan keimigrasian yang tetap mengutamakan keamanan.
“Harapan kami, proses kedatangan jemaah berlangsung cepat, aman, dan nyaman sehingga bisa cepat kembali berkumpul bersama keluarga di rumah. Hal ini sejalan dengan semangat ‘Imigrasi untuk Rakyat’ yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” katanya.
Di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Ditjen Imigrasi menyiagakan dua corridor gate yang berada di Terminal 2. Fasilitas pertama ditempatkan di Gate F1 untuk melayani kloter Jakarta-Lampung sehingga jemaah dapat langsung melanjutkan penerbangan domestik menuju Lampung dari area keberangkatan.
Sementara itu, fasilitas kedua berada di area kedatangan Terminal 2 yang diperuntukkan bagi kloter Jakarta-Pondok Gede dan Jakarta-Bekasi.
Selain menyiapkan fasilitas pemeriksaan, Ditjen Imigrasi juga menempatkan petugas serta mobile unit di setiap titik layanan. Penerapan corridor gate turut dilakukan pada sejumlah debarkasi lain.
Khusus di Surabaya, fasilitas tersebut dipindahkan dari Terminal 2 Bandara Juanda ke Asrama Haji Sukolilo.
Sistem layanan di Asrama Haji Sukolilo telah terintegrasi dengan jaringan keimigrasian yang didukung koneksi utama, jalur cadangan berbasis satelit, serta alternatif konektivitas lainnya untuk mendekatkan pelayanan kepada jemaah.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya, Agus Winarto, menuturkan, penerapan corridor gate menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan keimigrasian kepada masyarakat.
“Penerapan corridor gate pada layanan debarkasi haji merupakan upaya kami menghadirkan pemeriksaan keimigrasian yang lebih cepat, mudah, dan nyaman dengan tetap mengedepankan aspek keamanan,” kata Agus Winarto.
Menurut Agus, teknologi biometrik yang digunakan dalam layanan tersebut memungkinkan proses pemeriksaan berlangsung lebih efisien.
“Sehingga jemaah dapat segera melanjutkan proses kedatangan tanpa antrean yang panjang,” imbuhnya.
Inovasi ini menjadi bentuk dukungan Ditjen Imigrasi terhadap penyelenggaraan ibadah haji yang semakin modern dan berorientasi pada pelayanan publik.
Seluruh kesiapan layanan debarkasi haji di Bandara Soekarno-Hatta maupun titik kedatangan lainnya dipastikan siap beroperasi, baik dari sisi petugas, fasilitas pemeriksaan, maupun sistem pendukung. (*/An/A1)

Tinggalkan Balasan