Bicaraindonesia.id, Jakarta Indonesia World Dance Festival (IWDF) 2026 yang digelar di Pos Bloc, Sawah Besar, Jakarta Pusat, menjadi salah satu agenda peringatan Hari Tari Sedunia sekaligus wadah kolaborasi budaya yang melibatkan lebih dari 1.200 peserta.

Kegiatan yang berlangsung Sabtu (30/5/2026) itu juga menjadi bagian dari rangkaian menuju 500 tahun Kota Jakarta serta upaya memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global berbasis budaya.

Festival tersebut dibuka oleh Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno. Dalam sambutannya, ia menyampaikan IWDF 2026 diikuti lebih dari 1.200 peserta dari sekitar 80 sanggar tari dan dihadiri sekitar 10 ribu pengunjung. Jumlah itu meningkat dibanding penyelenggaraan perdana pada tahun sebelumnya.

Baca Juga:  Bawa Botol Bersumbu Saat Demo DPR, Pria 24 Tahun Jadi Tersangka

“Kalau tahun 2025 pesertanya lebih dari 800 orang, sekarang sudah mencapai 1.200 orang. Hampir 80 sanggar terlibat, bahkan juga mengundang peserta dari Korea. Ini menandakan bahwa tari di dunia sudah menjadi bagian dari kolaborasi budaya,” ujar Wagub Rano dalam keterangan tertulis dikutip pada Minggu (31/5/2026).

Menurut Rano, penyelenggaraan IWDF tidak hanya memperkuat citra Jakarta di tingkat internasional, tetapi juga memberikan dampak ekonomi melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Berbagai agenda budaya yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam beberapa bulan terakhir dinilai turut mendorong perputaran ekonomi daerah.

Baca Juga:  Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026 Gratis di Mabes hingga Polsek

“Kondisi ekonomi dunia memang sedang menghadapi berbagai tantangan. Namun kita tidak boleh terjebak dalam situasi itu. Karena itu, kita harus melakukan creative financing, bukan hanya melalui sektor ekonomi, tetapi juga lewat kebudayaan, kreativitas, dan olahraga,” katanya.

Ia berharap IWDF dapat terus berkembang sebagai ruang pelestarian budaya lintas generasi yang mempertemukan anak muda, komunitas kreatif, dan para maestro seni dalam satu wadah ekspresi.

Menurutnya, langkah tersebut dapat memperkuat identitas Jakarta sekaligus menjadi sumber pertumbuhan ekonomi kreatif.

“Kami ingin menjadikan Jakarta sebagai panggung budaya dunia. Untuk perayaan 500 tahun Jakarta pada 2027, kami sedang menyiapkan berbagai agenda internasional yang melibatkan lebih banyak negara dan perwakilan dari berbagai benua,” tuturnya.

Baca Juga:  Tahun Baru Islam 1448 H, Jakarta Meriahkan Pawai Obor Elektrik

IWDF 2026 diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan Yayasan Rosmala Sari Dewi sebagai program resmi Pemprov DKI Jakarta untuk menghadirkan festival budaya berskala internasional.

Berbagai kegiatan turut meramaikan festival tersebut, mulai dari parade tari, lokakarya, battle dance fusion, pertunjukan seni, flashmob, festival tari, hingga penampilan bintang tamu nasional dan internasional di sejumlah titik strategis di Jakarta. (*/Pr/C1)