Bicaraindonesia.id, Kediri Provinsi Jawa Timur kembali menegaskan posisinya sebagai lumbung gula nasional dengan kontribusi mencapai 51 persen terhadap produksi gula nasional.

Capaian tersebut menjadi modal penting dalam mendukung target swasembada gula konsumsi yang ditargetkan pemerintah dapat terwujud pada 2026.

Komitmen memperkuat sektor pergulaan itu terlihat saat Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau proses produksi gula di Pabrik Gula (PG) Ngadirejo, Kabupaten Kediri, pekan lalu.

Dalam kunjungan tersebut, Khofifah melihat tingginya aktivitas pengiriman tebu ke pabrik. Kondisi ini menunjukkan tingginya antusiasme petani sekaligus produktivitas panen tebu pada musim giling tahun ini.

Untuk menjaga kelancaran proses produksi, Khofifah meminta seluruh jajaran pabrik memastikan penggilingan berjalan optimal agar antrean tebu dapat segera terurai dan kualitas gula tetap terjaga.

“InsyaAllah antrean ini segera terurai karena beberapa pabrik gula lain juga mulai melakukan penggilingan. Jadi proses perbaikan di berbagai lini terus dilakukan supaya ritme produksi bisa semakin baik,” kata Khofifah dalam keterangan tertulis dikutip pada Sabtu (30/5/2026).

Baca Juga:  Surabaya Jadi Tuan Rumah Tiga Expo Internasional

PG Ngadirejo merupakan salah satu unit usaha strategis milik PT Sinergi Gula Nusantara (SGN). Pabrik gula ini memiliki kapasitas penggilingan terpasang sebesar 7.000 Ton Cane Per Day (TCD), menjadikannya salah satu pabrik gula berkapasitas besar di Indonesia.

Pada musim giling 2025, PG Ngadirejo tercatat berhasil menyelesaikan penggilingan sebanyak 10.676.262 kuintal tebu. Besarnya kapasitas produksi tersebut dinilai perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas hasil gula, terutama melalui peningkatan rendemen.

Menurut Khofifah, peningkatan rendemen menjadi faktor penting karena menentukan jumlah gula yang dapat dihasilkan dari setiap tebu yang digiling.

“Yang diharapkan tentu peningkatan rendemen. Insyaallah musim giling sekarang ini sudah bisa mencapai 8,5%. Artinya sudah ada peningkatan dibanding sebelumnya,” ucapnya.

Produksi Gula Jawa Timur Tertinggi di Indonesia

Berdasarkan data sektor pergulaan nasional, Jawa Timur menjadi provinsi penghasil tebu dan gula terbesar di Indonesia. Pada 2025, produksi gula kristal putih Jawa Timur mencapai 1.343.995 ton, sekaligus menjadi capaian tertinggi dalam 10 tahun terakhir.

Baca Juga:  Reog Purbaya Surabaya Pukau Ribuan Penonton di FNRP 2026 Ponorogo

Jumlah tersebut jauh melampaui produksi gula di provinsi lain. Lampung tercatat memproduksi sekitar 663.198 ton gula, sementara Jawa Tengah menghasilkan sekitar 344.243 ton.

Selain itu, produksi gula Jawa Timur secara konsisten berada di atas angka 1 juta ton per tahun. Berdasarkan publikasi *Outlook Tebu/Gula 2025* Direktorat Jenderal Perkebunan, rata-rata produksi gula Jawa Timur selama periode 2021-2025 mencapai 1,185 juta ton per tahun.

Dengan capaian tersebut, Jawa Timur menjadi kontributor terbesar dalam memenuhi kebutuhan gula nasional sekaligus menjadi daerah kunci dalam mewujudkan swasembada gula konsumsi.

“Alhamdulillah, target nasional yang diharapkan adalah swasembada gula konsumsi. Maka yang harus terus diperkuat adalah produktivitas dan luas lahan, khususnya di Jatim,” katanya.

Sinergi Petani dan Pabrik Gula Jadi Kunci Swasembada

Khofifah juga memberikan apresiasi kepada petani tebu, pabrik gula, sektor perkebunan, dan seluruh pemangku kepentingan yang terus menjaga produktivitas serta stabilitas pasokan gula nasional.

Baca Juga:  Surabaya Fashion Festival 2026 Siap Meriahkan HJKS ke-733

Menurutnya, kolaborasi yang terjalin antara seluruh pihak menjadi fondasi penting untuk mencapai target swasembada gula nasional.

“Terima kasih dan apresiasi kepada seluruh petani tebu, pabrik gula, sektor perkebunan serta seluruh pemangku kepentingan yang terus bersinergi menjaga produktivitas dan stabilitas gula nasional. Semangat kolaborasi ini menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan swasembada gula nasional tahun 2026 ini,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara Mahmudi menyatakan optimistis target swasembada gula nasional dapat tercapai pada akhir 2026. Optimisme tersebut didukung peningkatan produktivitas tebu, kenaikan hasil produksi gula, serta berbagai inovasi yang terus dilakukan oleh pabrik gula di berbagai daerah.

“Bahkan untuk produktivitas tebu di Jawa Timur tahun ini meningkat 1,5 juta ton dari tahun sebelumnya, kami berharap PG Ngadiredjo menjadi pilar swasembada gula nasional,” tegasnya. (*/Sp/C1)