Bicaraindonesia.id, Jakarta Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menegaskan kontribusi ekonomi Jatim mencapai 25,16 persen terhadap perekonomian Pulau Jawa dan 14,40 persen terhadap perekonomian nasional.

Capaian tersebut menjadi salah satu modal utama dalam memperkuat posisi Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara.

Hal itu disampaikan Wagub Emil dalam agenda Rapat Kerja Tahunan KUB Bank Jatim yang digelar di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Selasa (20/5/2025).

Emil menyebut Jawa Timur memiliki posisi strategis sebagai pusat gravitasi ekonomi nasional sekaligus penghubung utama kawasan Indonesia Barat dan Timur.

“Jawa Timur menjadi penyumbang perekonomian terbesar kedua di Pulau Jawa sekaligus nasional. Ini menjadi modal penting untuk memperkuat posisi Jatim sebagai Gerbang Baru Nusantara,” ujar Emil dalam keterangan tertulis dikutip pada Jumat (22/5/2026).

Baca Juga:  Kopassus Dukung Budidaya Jagung Banyuwangi untuk Ketahanan Pangan

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada Triwulan I Tahun 2026 mencapai 5,96 persen secara year on year, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,61 persen.

Menurut Emil, struktur ekonomi Jawa Timur juga ditopang sektor-sektor produktif seperti industri pengolahan, perdagangan, dan pertanian yang menyerap jutaan tenaga kerja.

Dari sisi konektivitas, Jawa Timur dinilai memiliki keunggulan logistik strategis. Pelabuhan Tanjung Perak disebut melayani 24 dari 41 rute tol laut nasional, sehingga hampir 80 persen logistik menuju 19 provinsi di Indonesia Timur disuplai dari Jawa Timur.

“Posisi ini menjadikan Jawa Timur sebagai hub logistik nasional yang menghubungkan kawasan barat dan timur Indonesia,” katanya.

Selain itu, Jawa Timur juga didukung berbagai infrastruktur strategis, mulai dari 12 ruas jalan tol, 37 pelabuhan, tujuh bandara, 13 kawasan industri, dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga satu kawasan industri halal.

Baca Juga:  MPI Kota Pasuruan Resmi Berdiri, Target Raih Emas Porprov Jatim

Dalam kesempatan tersebut, Emil turut menyoroti pentingnya penguatan Kelompok Usaha Bank (KUB) sebagai strategi transformasi bersama bagi Bank Pembangunan Daerah (BPD) agar tetap kompetitif di tengah dinamika industri perbankan global.

Ia berharap KUB Bank Jatim dapat menjadi role model penguatan sektor perbankan nasional melalui kolaborasi bersama anggota KUB lainnya.

“Saya yakin KUB Bank Jatim dapat menjadi role model nasional, menghadirkan kolaborasi yang sehat dan produktif, memperkuat konektivitas ekonomi Indonesia Timur, serta memberikan multiplier effect bagi pembangunan daerah,” terangnya.

Menurut Emil, KUB tidak sekadar dipandang sebagai pemenuhan regulasi, tetapi juga strategi transformasi untuk memperkuat daya saing dan akselerasi ekonomi daerah.

Baca Juga:  Kasus Badut Viral di Tuban Berakhir Damai, Oknum Polisi Minta Maaf

Ia menjelaskan, KUB menjadi bentuk kebersamaan antargubernur dalam mendukung program nasional sektor perbankan melalui semangat kolaborasi untuk mewujudkan bank pembangunan daerah yang sehat dari sisi tata kelola maupun daya saing antardaerah.

“Rapat Kerja Bersama ini momentum penting yang menghadirkan OJK, BPD maupun masing masing Pemprov yang menjadi bagian KUB untuk membangun kolaborasi dan sinergi menggerakkan daya saing daerah secara bersama sama,” jelasnya.

Ia menilai KUB tidak boleh berhenti pada pembentukan struktur semata, tetapi harus menghasilkan strategi nyata yang mampu menciptakan shared growth, penguatan kapasitas, dan value creation bersama.

“KUB bisa menjadi jawabaan penguatan perbankan dan menjawab tantangan hari ini untuk menguatkan Strategic Aliance,” jelasnya. (*/Pr/C1)