Bicaraindonesia.id, Surabaya – Sebanyak 24,90 juta orang diperkirakan akan masuk ke Jawa Timur saat arus mudik Lebaran 2026. Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) bersama aparat keamanan dan sejumlah pemangku kepentingan pun menyiapkan langkah antisipatif melalui koordinasi lintas sektor.
Hal itu dipaparkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral dalam rangka Operasi Ketupat Semeru 2026 di Rupatama Polda Jatim, Jl. A. Yani No. 116 Surabaya, Senin (9/3/2026).
Pada seluruh peserta rakor, Gubernur Khofifah menekankan momentum Idul fitri selalu diiringi dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, baik untuk kegiatan mudik, silaturahmi, maupun aktivitas ekonomi lainnya.
“Kita memproyeksikan sebanyak 24,90 juta orang atau sekitar 17,3 persen pemudik nasional akan masuk ke wilayah Jawa Timur, dengan puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 17 sampai 18 Maret 2026 dan arus balik pada 27 Maret 2026,” jelas Khofifah.
Berdasarkan proyeksi, jumlah penumpang angkutan umum di Jawa Timur pada masa Angkutan Lebaran Tahun 2026 diperkirakan mencapai 7,7 juta penumpang, meningkat 5,19 persen dibandingkan tahun 2025 yang sebesar 7,3 juta penumpang. Jumlah tersebut mencakup moda kereta api, bus, penyeberangan, hingga angkutan udara dan laut.
Untuk itu, Operasi Ketupat Semeru 2026 memiliki peran yang sangat strategis sebagai bentuk sinergi dan kesiapsiagaan seluruh unsur pemerintah, TNI, Polri, serta stakeholder terkait dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Jawa Timur.
“Rapat koordinasi ini menjadi forum penting untuk menyatukan persepsi dan langkah seluruh instansi, mengidentifikasi potensi kerawanan selama arus mudik dan arus balik, memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta sistem pengamanan secara terpadu,” katanya.
Menurutnya, Jawa Timur, merupakan salah satu provinsi tujuan pemudik dengan pergerakan masyarakat yang sangat tinggi. Selain itu juga memiliki tantangan tersendiri dalam memastikan keamanan, kelancaran, dan kenyamanan masyarakat selama masa Angkutan Lebaran.
“Pemprov Jatim telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif, seperti memastikan kesiapan armada angkutan umum, menyiapkan posko angkutan lebaran, juga persiapan di sejumlah titik wisata,” kata Khofifah.
Khofifah juga menekankan kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim untuk memastikan kesiapan armada angkutan umum di seluruh moda transportasi.
Terkait ketersediaan armada, di Jawa Timur telah disiapkan 6.637 armada bus, 148 trainset kereta api, 302 pesawat udara, 55 kapal laut, serta 71 kapal penyeberangan dengan total 241 trip.
Pemprov Jatim juga mengadakan Posko Angkutan Lebaran, untuk memantau arus mudik dan balik, sehingga berbagai potensi permasalahan dapat diantisipasi sejak dini. Di samping itu, dilakukan pula koordinasi intensif bersama Kementerian Perhubungan, Kepolisian, TNI, serta seluruh stakeholder terkait.
Pengamanan dan kelancaran Angkutan Lebaran 2026 didukung dengan menyiapkan total 8.991 personel yang terdiri dari Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota, PT Kereta Api Indonesia, serta personel sektor laut dan ASDP.
Pada masa Angkutan Lebaran Tahun 2026 ini, Khofifah mengungkapkan bahwa Pemprov Jatim kembali menyelenggarakan program Mudik Gratis dengan moda bus, kapal laut, dan pengangkutan sepeda motor. Provinsi Jatim juga telah melakukan pembangunan dan pengembangan kapasitas dermaga di Pelabuhan Jangkar.
Program ini merupakan wujud kepedulian pemerintah dalam menyediakan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat.
“Harapannya mampu mengurai kepadatan di Pelabuhan Ketapang, sehingga arus penyeberangan menjadi lebih lancar, khususnya pada periode peak season seperti mudik lebaran dan libur panjang,” ucapnya.
Tidak hanya itu, persiapan ekstra harus dibangun terlebih terlebih karena Idul Fitri 1447 H ini berdekatan dengan Hari Nyepi 2026 Tahun Baru Saka 1948 jatuh pada Kamis, 19 Maret 2026.
Hari Raya Nyepi 1948 yang jatuh tanggal 19 Maret 2026 bertepatan dengan puncak arus mudik, kata dia, harus menjadi perhatian bersama. Sebab, di momentum tersebut, pemudik tidak dapat menuju atau meninggalkan Pulau Bali.
Oleh sebab itu, Khofifah meminta titik-titik kemacetan di sekitar Pelabuhan Ketapang Banyuwangi harus diantisipasi.
Tidak berhenti di situ, Khofifah juga meminta layanan kesehatan menjadi hal utama yang harus diperhatikan. Ia menyebut Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur menyiapkan 343 dokter, 5.172 perawat, 44 nakes tradisional, dan 2.852 driver ambulan.
“Selain itu juga dibutuhkan pemetaan titik titik rumah sakit untuk rujukan terdekat, karena ketika panik biasanya akan terjadi kebingungan, maka disediakan public savety center di 119,” terangnya.
Gubernur Khofifah juga menegaskan beberapa pihak juga harus turut memberikan perhatian pada arus mudik Idul Fitri 1447 H. Pihak-pihak tersebut antara lain jasa raharja, PVMBG, Petamina, dan BMKG.
“Kemudian Pertamina mungkin dari Patra Niaga juga harus memberikan informasi dan komunikasi secara komprehensif kepada masyarakat terkait ketersediaan LPG 3 Kg, dan BBM, ini penting sekali ,” tegasnya.
“PVMBG juga harus memberikan atensi bagaimana kemungkin awan panas guguran Semeru, lalu BMKG juga terkait bagaimana pemetaan titik OMC dilakukan menjelang Hari Raya Idul Fitri, saya rasa harus dilakukan sebelum tanggal 17 Maret,” tuturnya.
Pada Rakor Lintas Sektoral ini, Khofifah juga menekankan beberapa hal yang harus menjadi fokus pada arus mudik dan balik pada tahun 2026. Di antaranya, pengamanan jalur mudik dan titik-titik rawan kemacetan maupun kecelakaan, kesiapan transportasi serta rekayasa lalu lintas guna memastikan kelancaran arus kendaraan.
“Saya rasa titik tujuan wisata juga harus diperhatikan, terutama titik wisata berbasis air,” tegasnya.
Kemudian kesiapan layanan kesehatan serta sistem tanggap darurat bagi masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, penguatan komunikasi dan informasi kepada masyarakat juga dinilai penting gar perjalanan mudik dapat dilakukan secara aman dan terencana.
Khofifah juga mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan pelayanan yang humanis, responsif, dan profesional kepada masyarakat. Sehingga masyarakat dapat benar-benar merasakan kehadiran negara dalam memberikan rasa aman selama perayaan Idulfitri.
“Saya berharap seluruh jajaran dapat mempersiapkan langkah-langkah strategis secara matang, sehingga pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 dapat berjalan secara optimal, efektif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Jawa Timur,” pungkasnya. (*/Pr/C1)

Tinggalkan Balasan