Bicara Indonesia
Indonesia Positive Journalism

Nilai Transaksi Surabaya Fashion Week 2021 Disebut Hampir Mencapai Rp 600 Juta

Bicara IndonesiaSurabaya Fashion Week (SFW) 2021 yang digelar selama satu pekan di Main Atrium Grand City Surabaya, disebut berhasil mencatatkan nilai transaksi hampir Rp 600 juta. Pameran UMKM yang dibalut dengan pagelaran fashion show itu resmi ditutup pada Minggu, (7/11/2021) malam.

Acara penutupan SFW itu dimeriahkan oleh fashion show yang dibawakan model dari dalam dan luar negeri. Para model ini menggunakan berbagai busana produk UMKM Surabaya yang didesain oleh 11 desainer asal Kota Pahlawan.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Surabaya Kota Surabaya Rini Indriyani menyebut, penyelenggaraan pameran UMKM Journey bersama SFW bertujuan sebagai upaya pemulihan ekonomi masyarakat. Kegiatan ini diikuti 362 peserta yang terdiri dari 84 peserta pameran UMKM Journey bersama SWF dan 278 peserta pameran virtual Peken Surabaya.

“Syukur Alhamdulillah, sampai hari terakhir pameran ini, total transaksi mencapai ratusan juta rupiah,” kata Rini Indriyani dalam siaran persnya.

Menurut dia, capaian ini merupakan awal yang baik untuk meningkatkan awarness masyarakat terhadap ragam UMKM Kota Surabaya yang memiliki kualitas luar biasa.

“Oleh karena itu, saya sampaikan terimakasih banyak kepada semua pihak yang telah mendukung acara ini dari awal hingga akhir,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan, bahwa acara SWF 2021 yang digelar selama tujuh hari itu dihadiri sekitar 800 orang lebih. Selama acara berlangsung, nilai transaksi yang berhasil dibukukan hampir mencapai Rp 600 juta.

“Alhamdulillah baru tujuh hari sudah hampir Rp600 juta. Bagaimana kalau sampai sebulan, tentu akan semakin bergerak perekonomian ini,” kata Eri Cahyadi.

Melalui pagelaran ini, pihaknya ingin mendorong masyarakat agar tetap semangat menggunakan produk-produk UMKM Kota Surabaya. Dengan demikian, diharapkan, ke depan perekonomian di Kota Surabaya bisa semakin bergerak.

“Dari pengalaman ini, juga dapat disimpulkan bahwa batiknya Surabaya dan Peken Surabaya akan lebih hebat lagi ke depannya, dan yang paling penting batiknya Surabaya tidak ngisin-ngisini kalau dipakai. Jadi, ayo mulai sekarang kalau mau ke mal pakai batiknya Surabaya,” pungkas dia. (SP/A1)

Kirim Komentar: