Bicara Indonesia
Indonesia Positive Journalism

Peringati Hari Lingkungan Hidup dan Bulan Bung Karno, Ganjar Tanam Mangrove bersama Warga

Bicaraindonesia.idGubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memimpin penanaman mangrove di area land subsiden, Dukuh Pandansari, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Minggu (6/12/2021).

Penanaman yang dilakukan bertepatan dengan tanggal lahir Soekarno itu, sekaligus untuk memperingati bulan Bung Karno dan Hari Lingkungan Hidup.

Mengenakan stelan jersey gowes bergambar sosok sang Proklamator di bagian depan dan teks Pancasila pada bagian punggung, Ganjar bersepeda dari rumah dinas menuju lokasi acara.

Setelah sekitar 45 menit mengayuh pedal, Ganjar akhirnya tiba di lokasi dan langsung menyapa warga yang telah menunggu serta kemudian memimpin penanaman mangrove.

“Mumpung kemarin pas peringatan Hari lahir Pancasila dan Bulan Bung Karno, ini saya pakai kausnya Bung Karno. Kita juga bicara Pancasila dalam implementasinya, ini sama. Kalau menanam ini nanti lahirlah keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, karena butuh adil, lingkungannya terjaga, dan tidak tenggelam,” kata Ganjar dalam keterangan tertulisnya, Minggu (6/6/2021).

Dia menujukkan bahaya kerusakan lingkungan dengan mengambil contoh daerah Pandansari, yang menjadi lokasi acara. Lokasi itu, merupakan area rawan tenggelam karena mengalami penurunan muka tanah atau land subsiden.

Hal itu memerlukan perhatian dari semua kalangan untuk menggalakkan penanaman mangrove bersama. Selain bisa menjaga lingkungan, penanaman itu juga bisa bermanfaat bagi warga sekitar sehingga nilai keadilan sosial bisa terwujud.

“Kita lihat yang di sana itu, 20 tahun lalu sawah dan sekarang sudah tenggelam. Ini persoalan serius, maka kita (Pemerintah Provinsi) bersama Bupati, Camat, Kepala Desa, masyarakat bahkan anak-anak sekolah menanam mangrove. Ini juga akan banyak hikmahnya, kalau ada mangrove maka nanti ikannya juga bisa banyak, lingkungan terjaga,” jelasnya.

Selain giat menanam mangrove, Ganjar juga mengajak masyarakat untuk mulai memilah dan mengolah sampah dari rumah. Dia berharap, masyarakat Jawa Tengah telah memiliki sistem pengolahan sampah yang bisa disepakati dan dilaksanakan bersama.

“Kita butuh dukungan masyarakat. Sebentar lagi kita akan ada kongres sampah, mudah-mudahan kita punya formula yang disepakati oleh masyarakat,” ungkapnya. (Hms/B1)

Kirim Komentar: