Bicara Indonesia
Indonesia Positive Journalism

Penuhi Standar FIFA Sebagai Venue Piala Dunia, Begini Langkah Pemkot Surabaya


Bicaraindonesia.idPemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah melakukan konsolidasi untuk memenuhi semua persyaratan sebagai venue Piala Dunia U-20 tahun 2021. Selain melakukan renovasi Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) dan beberapa lapangan pendukung, pemkot juga bakal menyiapkan akses jalan baru.





Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, standar internasional mengharuskan setiap venue memiliki lima lapangan latihan. Juga akses menuju stadion utama yang harus bisa dilalui bus pemain.





“Lima lapangan itu sudah kita siapkan enam alternatif. Yakni, lapangan di Gelora Putra Lakarsantri, lapangan Karanggayam, lapangan Gelora 10 November, kemungkinan di lapangan Made, dan dua lapangan baru yang akan kita bangun di Gelora Bung Tomo (GBT),” kata Eri.





Pihaknya memastikan, bahwa saat ini ada dua lapangan yang sudah siap. Yakni, lapangan Lakarsantri dan Gelora 10 November. Dengan begitu, maka berarti kurang tiga lapangan pendukung lagi. Bahkan, di Gelora Bung Tomo (GBT) bakal dibangn dua lapangan baru di sisi timur.





“Lapangan-lapangan untuk latihan ini akan dilengkapi fasilitas standar internasional. Yakni, rumput khusus, kamar ganti, toilet, bench, dan lampu dengan daya minimal 800 watt,” katanya.





Disamping itu, Pemkot Surabaya juga bakal menyiapkan akses baru menuju GBT yang akan disambungkan dari Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB). Nantinya, JLLB akan tersambung dengan jembatan layang yang kini sedang dibangun Pelindo III dari tol Surabaya-Gresik menuju Terminal Teluk Lamong.





“Dengan demikian, nanti akan ada tiga akses jalan menuju GBT. Yakni, lewat Pakal, lewat jalan di bawah tol Surabaya-Gresik, dan dari jalan layang Pelindo yang tersambung ke JLLB,” ujar Eri.





Sementara terkait kebutuhan lahan untuk akses jalan dari JLLB ke GBT, menurut Eri, relatif lebih mudah. Pasalnya, hanya perlu membebaskan empat persil lahan.





“Dari empat persil itu, satu milik warga sedangkan tiga lainnya milik investor. Investor nanti kita panggil apakah bisa jika lahan mereka kita jadikan fasum,” paparnya.





Kendati demikian, Eri yang juga menjabat Plt Kepala DKRTH Surabaya ini juga menjelaskan, bahwa pengerjaan akses jalan dan lapangan latihan akan dilakukan secara paralel. Sebab, APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) Surabaya disahkan 10 November, maka lelang bisa langsung jalan.





“Januari akhir Insya Allah sudah dikerjakan. Kami targetkan Oktober atau November tahun depan sudah rampung semua,” kata Eri.





Terlebih, Pemkot juga bakal melakukan penanaman peneduh di sekitar lapangan latihan. Untuk itu, Eri juga meminta kepada jajarannha agar beberapa pohon tertentu ditanam di sekitar lapangan.





“Biar para pemain dunia yang datang tidak terlalu kepanasan di Surabaya. Ini sudah menjadi instruksi Ibu Wali Kota (Tri Rismaharini),” pungkasnya.


Baca Berita Lainnya:
Kirim Komentar: