Bicara Indonesia
Indonesia Positive Journalism

Kisah SBY Muda, Kenekatan Prajurit Naksir Anak Jenderal


Bicaraindonesia.id – Kabar duka datang dari keluarga besar Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Istri SBY, Ani Yudhoyono, meninggal dunia di Singapura, Sabtu (1/6/2019), pukul 11.50 waktu setempat.





Wafatnya Ani Yudhoyono menjadi duka bagi seluruh warga Indonesia. Sebab, perempuan yang masih cantik di usia senjanya ini adalah istri mantan ibu negara.





Ada berbagai kisah menarik yang telah diketahui publik soal Ani Yudhoyono. Termasuk kisah cintanya dengan Susilo Bambang Yudhoyono yang cukup menarik untuk dibahas.





Seperti yang diketahui, SBY dan Ani Yudhoyono pertama kali bertemu awal tahun 1973 di Magelang, Jawa Tengah.





Keduanya bertemu di lingkungan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKRABI).





Kristiani Herrawati adalah putri ke-3 Sarwo Edhie Wibowo. Saat itu, Sarwo Edhie adalah Gubernur AKABRI, sementara SBY adalah pemuda Pacitan, Jawa Timur, yang dikenal sebagai taruna cerdas dan berprestasi.





Baik SBY maupun Ani sama-sama jatuh cinta pada pandangan pertama. Nggak tahu siapa yang memulai lebih dulu, SBY dan Ani pun akhirnya menjadi sepasang kekasih.





Untuk mendekati Ani, SBY muda pastinya punya strategi khusus. “Pertama tentu ada modalnya. Saya merupakan tingkat 4 taruna senior, kebetulan memimpin sekitar 3.000 taruna waktu itu jadi paling tidak sering tampil,” kata SBY.





Yang kedua adalah, seperti dikutip dari Tribun Bali, nekat. “Namanya juga pendekatan, jadi bisa diterima bisa juga tidak. Tapi tetap dengan perhitungan dan kalkulasi. Ya Alhamdulillah goal kan,” imbuhnya.





Ketika menghadap dan meminta restu kepada ayah Ani, SBY mengaku tidak menjanjikan sesuatu yang muluk-muluk.





“Saya hanya bertekad dalam hati, saya ucapkan bahwa akan menjaga Ani, dan bagi taruna ucapan merupakan janji yang harus dipenuhi,” tuturnya.





Dua syarat itu pun membuat orang tua Ani, percaya dan yakin kepada SBY. “Jadi bapak Sarwo Edhie percaya pada saya,” katanya.





Setelah itu, orang tua SBY datang ke rumah Ani dan mereka pun akhirnya resmi bertunangan.





Tiga tahun menjalani hubungan jarak jauh, dua tahun berpacaran dan setahun bertunangan, akhirnya mengantarkan keduanya pada pernikahan 30 juli 1976.





SBY dan Ani menikah bersamaan dengan dua saudari kandung Ani, Wrahasti Cendrawasih (Titiek) dan Mastuti Rahayu (Tuti).





Sebagai istri seorang prajurit, Ani harus siap mendampingi SBY ke berbagai daerah penugasan, tak terkecuali daerah konflik seperti Timor Timor.





Nah, apa yang membuat Ani Yudhoyono mau menerima pinangan SBY?





“Saat pertama kali bertemu bapak (SBY), pertama kali memandang, wah kayaknya boleh juga nih,” kata Ani.





“Dari tingginya, kewibawaannya kok beda sekali dengan teman-teman saya yang lain. Itulah yang membuat saya tertarik,” tambahnya.





Di sisi lain, kala itu Susilo Bambang Yudhoyono muda, juga yakin kalau Ani menaruh hati kepadanya.





Suatu ketika, SBY mencoba menelepon Ani, dan Ani muda pun membalas telpon itu. Dari situ SBY yakin kalau Ani juga menaruh rasa padanya.





Selain itu, yang membuat Ani nyaman adalah sosok SBY yang merupakan lelaki cerdas.





Hal itu terbukti, dari setiap topik apa pun yang dibicarakan Ani, selalu ditanggapi baik oleh SBY, sehingga obrolannya menjadi nyambung.





Ketika SBY diterjunkan ke medan tugas, Ani juga berjuang mengasuh kedua buah cinta mereka, Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono, yang lahir pada 10 Agustus 1978 dan 24 November 1980.





Seiring berjalannya waktu, pasangan SBY dan Ani Yudhoyono terus bersama, baik karier di militer maupun tugas di pemerintahan.





Di tahun 2004 merupakan titik penting bagi mereka. SBY kemudian terpilih menjadi Presiden ke-6 Republik Indonesia, dan pasangan ini pun memulai langkah baru sebagai keluarga pemimpin negara.





Diakui oleh Ibu Ani, bahwa SBY termasuk pria yang romantis. Hal itu terlihat dari puisi yang pernah ditulis oleh SBY sendiri dan diberikan untuk Ibu Ani berjudul “Flamboyan”.





Pada saat itu, Ani muda tinggal di Jalan Flamboyan No. 59. Nah, oleh sebab itu judulnya diberi nama Flamboyan.





Namun, dari kisah tersebut, ada hal lain yang menarik dari kedua pasangan ini. Ternyata, Ibu Ani melarang SBY untuk berkumis.





Menurut Ani, SBY terlihat jelek apabila mempunyai kumis, karena di keluarga Ani sendiri tidak ada yang berkumis, jadi pasti aneh apabila SBY berkumis.


Kirim Komentar: